Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan menjadi orang pertama dalam sekitar 150 tahun terakhir yang wajahnya dicetak di mata uang AS saat masih hidup. Rencana ini pertama kali diungkap oleh Washington Post pada Kamis (28/5) dan disebutkan bahwa Trump bakal tampil di uang pecahan baru USD 250.
Mengutip AFP, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa saat ini telah ada rancangan undang-undang di DPR dan Senat untuk mengubah aturan yang melarang gambar orang hidup muncul di mata uang Amerika. "Sekarang ada rancangan undang-undang di DPR dan Senat untuk mengubah aturan pertama sehingga orang yang masih hidup, Donald J. Trump, dapat tampil di uang pecahan USD 250," ujar Bessent dalam konferensi pers.
Desain awal yang beredar menunjukkan wajah Trump terpampang di bagian depan uang dengan tulisan "America 250 anniversary", merujuk pada perayaan 250 tahun kemerdekaan AS pada 4 Juli 1776. Namun, sejumlah pegawai biro percetakan uang pemerintah mengaku khawatir karena rencana itu dinilai bertentangan dengan hukum federal yang melarang presiden yang masih hidup muncul di uang AS.
Rencana pencetakan uang bergambar Trump ini menambah daftar langkah pemerintahan Trump yang dinilai semakin menonjolkan identitas pribadi sang presiden di berbagai institusi negara. Awal tahun ini, Komisi Seni Rupa AS menyetujui pencetakan koin emas peringatan 250 tahun AS berbahan emas 24 karat. Nama Trump juga mulai digunakan di sejumlah institusi budaya, termasuk John F. Kennedy Center for the Performing Arts dan US Institute of Peace.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melanjutkan tren pelemahan signifikan, tercatat tembus level Rp 17.893 per dolar AS pada Jumat (29/5) sekitar pukul 13.00 WIB, berdasarkan data Bloomberg. Meskipun sempat menunjukkan sedikit penguatan menjadi Rp 17.887 per dolar AS pada pukul 13.49 WIB, atau menguat sebesar 41,50 poin (0,23 persen), tekanan terhadap mata uang domestik ini masih menjadi perhatian serius bagi perekonomian.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pelemahan ini belum mengancam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah telah memperhitungkan skenario pelemahan nilai tukar sejak awal, termasuk asumsi kurs yang dihitung bersamaan dengan simulasi harga minyak dunia yang lebih tinggi, yakni USD 102 per barel. Fleksibilitas ini diklaim dapat mengantisipasi volatilitas pasar.
Kesimpulan, rencana pencetakan uang pecahan USD 250 dengan wajah Donald Trump menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir. Jika terealisasi, maka Trump akan menjadi tokoh yang masih hidup pertama dalam sekitar 150 tahun yang dipajang di mata uang AS. Namun, rencana ini masih menuai kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat dan pemerintahan AS.











