Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | IHSG telah mengalami penurunan tajam sebesar 20,14% sejak awal tahun 2026. Penurunan ini disebabkan oleh sentimen MSCI dan perang antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun demikian, jumlah investor saham justru meningkat sebesar 30%.
Menurut data Stockbit, IHSG telah merosot dari level 8.646 menjadi level 6.905. Sementara itu, data Philips Sekurits menunjukkan bahwa investor asing telah menarik dana sebesar Rp 48,46 triliun dari pasar modal Indonesia.
Mandiri Sekuritas memproyeksikan bahwa pengumuman hasil tinjauan indeks global oleh MSCI pada 12 Mei 2026 akan menentukan aliran dana asing ke Indonesia via pasar modal dalam dua bulan ke depan. Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, menyatakan bahwa apakah bobot emiten Indonesia dalam indeks MSCI dipertahankan, ditambah, atau dikurangi akan menentukan arah aksi beli maupun jual investor asing dalam dua bulan ke depan.
Kresna juga menyatakan bahwa target IHSG ke depannya masih dijaga di 9.050 poin, namun ada potensi revisi ke bawah mengingat adanya potensi tekanan margin akibat dari volatilitas makro yang meningkat dan juga tekanan beban energi ke depannya.
Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan jual di pasar saham Indonesia telah membuat performa saham secara year to date lebih buruk dibandingkan dengan peers. Namun, ke depannya, risiko terhadap earnings emiten-emiten terutama IDX 80 harus diperhatikan, mengingat adanya transmisi dari kenaikan harga energi dan kenaikan harga dari petrochemical derivatives.
Kesimpulan, IHSG telah mengalami penurunan tajam sebesar 20,14% sejak awal tahun 2026, namun jumlah investor saham justru meningkat sebesar 30%. Pengumuman hasil tinjauan indeks global oleh MSCI pada 12 Mei 2026 akan menentukan aliran dana asing ke Indonesia via pasar modal dalam dua bulan ke depan.











