Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa ia akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan dengan Presiden China, Xi Jinping. Hal ini menimbulkan ketegangan dengan Beijing, yang telah berulang kali memperingatkan Washington tentang penjualan senjata tersebut.
Trump menyatakan bahwa ia akan membahas hal ini dengan Xi Jinping dalam pertemuan mereka minggu ini. Ia juga menunjukkan pemahaman terhadap posisi Tiongkok, yang menindak keras Hong Kong setelah protes pro-demokrasi besar-besaran pada tahun 2019.
Penjualan senjata ke Taiwan telah menjadi sumber ketegangan antara AS dan China. AS hanya mengakui Beijing, tetapi berdasarkan hukum domestik, diwajibkan untuk menyediakan senjata kepada Taiwan agar dapat membela diri.
Trump juga mengatakan bahwa ia akan meminta Xi Jinping untuk membebaskan Jimmy Lai, tokoh media pro-demokrasi Hong Kong yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada bulan Februari.
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping ini memiliki stakes yang tinggi untuk Taiwan, yang dianggap oleh China sebagai provinsi yang memisahkan diri. AS telah meningkatkan upaya untuk memperlambat perkembangan kapasitas manufaktur semikonduktor China, termasuk kontrol ekspor untuk membatasi perusahaan yang menyediakan bahan kepada Hua Hong Semiconductors Ltd.
Taiwan perlu memiliki jaringan silikon yang kuat untuk menghadapi tekanan dari China. Hal ini dapat dilakukan dengan memprioritaskan teknologi manufaktur dan pengemasan yang canggih, pengembangan model AI, dan analisis data yang tertutup.
Dalam kesimpulan, pertemuan antara Trump dan Xi Jinping ini memiliki dampak yang signifikan bagi Taiwan dan hubungan AS-China. Penjualan senjata ke Taiwan dan perkembangan semikonduktor China merupakan isu yang sangat penting dan perlu diatasi dengan hati-hati.











