Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Mei 2026 | Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah berlangsung selama beberapa bulan, menyebabkan kerugian besar bagi kedua negara dan mempengaruhi stabilitas global. Biaya perang yang dikeluarkan AS telah mencapai Rp507 triliun, meningkat sebesar 4 miliar dolar AS dari perkiraan sebelumnya.
Menurut laporan Departemen Pertahanan AS (Pentagon), biaya perang ini bersumber dari biaya perbaikan peralatan dan pemeliharaan pasukan di Timur Tengah. Namun, perhitungan ini belum mencakup anggaran perbaikan pangkalan militer AS yang rusak akibat serangan Iran.
Perang ini juga telah mempengaruhi perekonomian AS, dengan inflasi yang meningkat dan harga bahan bakar yang melonjak. Presiden AS Donald Trump berjanji bahwa harga bahan bakar akan turun dengan cepat setelah konflik berakhir, tetapi banyak pakar yang meragukan hal ini.
Arab Saudi juga telah melancarkan serangan rahasia ke Iran sebagai balasan atas serangan ke wilayah kerajaan tersebut. Serangan ini disebut sebagai langkah militer langsung pertama Arab Saudi di wilayah Iran, menunjukkan perubahan sikap Riyadh dalam menghadapi rival utamanya di kawasan.
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa AS melakukan miskalkulasi besar saat menyerang Iran, sehingga perang yang diharapkan selesai sekejap justru berlarut-larut dan berdampak besar bagi dunia.
Pemerintah Iran mengajukan lima syarat kepada AS sebagai langkah “pemulihan kepercayaan” sebelum mereka mau kembali melakukan perundingan. Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Iran berharap agar kesepakatan yang tercapai dalam negosiasi berikutnya merupakan kesepakatan yang setara.
Kesimpulan dari perang AS-Iran ini adalah bahwa konflik ini telah menyebabkan kerugian besar bagi kedua negara dan mempengaruhi stabilitas global. Perlu adanya upaya perdamaian yang serius untuk mengakhiri konflik ini dan mencegah dampak lebih lanjut.











