Internasional

Ratusan Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Militer Nigeria di Pasar Jilli, Yobe

×

Ratusan Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Militer Nigeria di Pasar Jilli, Yobe

Share this article
Ratusan Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Militer Nigeria di Pasar Jilli, Yobe
Ratusan Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Militer Nigeria di Pasar Jilli, Yobe

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 April 2026 | Sabtu malam, 11 April 2026, pasar mingguan Jilli di Kabupaten Geidam, Negara Bagian Yobe, timur laut Nigeria menjadi saksi tragedi berdarah ketika pesawat Angkatan Udara Nigeria meluncurkan serangan udara yang ditujukan pada posisinya yang diyakini sebagai basis kelompok militan Boko Haram. Serangan tersebut mengenai kerumunan warga sipil yang tengah berbelanja, menewaskan ratusan orang dan melukai puluhan lainnya.

Berbagai lembaga hak asasi manusia dan media internasional melaporkan angka korban yang beragam. Amnesty International mengonfirmasi lebih dari 100 orang tewas dan sekitar 35 luka serius, sementara pihak berwenang negara bagian Yobe menyebutkan perkiraan total korban, baik tewas maupun luka, mencapai sekitar 200 jiwa. Memo keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilihat AFP mencatat setidaknya 56 orang tewas dan 14 luka. Data resmi pemerintah Nigeria belum dipublikasikan secara lengkap.

📖 Baca juga:
Amnesty International Ungkap Krisis Hak Asasi Global: Kasus Pakistan, Nigeria, dan Quebec Mengguncang Dunia 2025

Menurut keterangan petugas medis di Rumah Sakit Umum Geidam, setidaknya 23 pasien masih menjalani perawatan intensif akibat luka akibat ledakan. Kepala desa Jilli, Lawan Zanna Nur Geidam, menegaskan bahwa pasar pada saat itu dipadati pedagang, pembeli, serta anak-anak yang tak bersalah. “Kami tidak pernah membayangkan bahwa operasi militer akan berujung pada pembunuhan massal di antara warga kami,” ujarnya dengan nada duka.

Militer Nigeria, melalui pernyataan resmi, menyatakan bahwa operasi tersebut berhasil menumpas posisi militan yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi dan logistik. Mereka menolak adanya kesalahan sasaran, namun mengakui bahwa pasar berada dalam zona operasi terbatas. Brigadir Jenderal Dahiru Abdulsalam, penasihat militer pemerintah negara bagian Yobe, menyebut bahwa intelijen sebelumnya menunjukkan keberadaan aktivis Boko Haram di sekitar pasar, sehingga serangan diputuskan berdasarkan data yang dianggap kredibel.

Namun, para pengamat keamanan menilai bahwa insiden ini mencerminkan kelemahan intelijen dan koordinasi yang kronis antara pasukan darat, udara, dan lembaga sipil. Sejak 2017, lebih dari 500 warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan udara serupa di wilayah tersebut, menurut data Associated Press. Kegagalan dalam verifikasi target dan kurangnya mekanisme verifikasi silang menjadi faktor utama kesalahan sasaran.

📖 Baca juga:
Amnesty Bentak: HAM Indonesia Merosot Tajam di Era Prabowo, Aktivis Dihantam Serangan Brutal

Latar belakang konflik di Nigeria timur laut telah berlangsung lebih dari satu dekade, dimulai dari pemberontakan Boko Haram pada tahun 2009 dan kemudian berkembang menjadi kelompok afiliasi seperti Islamic State West Africa Province (ISWAP). Konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan mengungsi, sementara wilayah barat laut juga dilanda serangan bandit yang menambah beban keamanan nasional.

Amnesty International mengutuk penggunaan serangan udara sebagai metode penegakan hukum, menilai tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional dan menimbulkan rasa kebencian serta trauma mendalam bagi korban. Mereka menyerukan penyelidikan independen dan transparan serta pertanggungjawaban bagi personel militer yang terlibat.

Pemerintah federal Nigeria menjanjikan investigasi menyeluruh, namun belum mengumumkan hasil atau langkah remedial untuk keluarga korban. Badan Penanggulangan Bencana Yobe (SEMA) telah mengirim tim darurat ke lokasi, menyediakan bantuan medis dan logistik bagi yang selamat.

📖 Baca juga:
Ratusan Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Nigeria: Pasar Jilli Jadi Korban Salah Sasaran

Insiden ini menambah tekanan internasional terhadap Nigeria, terutama mengingat dukungan militer dari Amerika Serikat yang menyediakan pelatihan dan peralatan kontra-terorisme. Komunitas internasional kini menuntut akuntabilitas lebih besar serta perlindungan hak asasi manusia dalam operasi militer di zona konflik.

Dengan ribuan warga yang masih hidup dalam kondisi ketidakpastian, tragedi Jilli menegaskan urgensi reformasi strategi militer, peningkatan akurasi intelijen, dan perlindungan sipil yang lebih ketat. Kegagalan untuk memperbaiki mekanisme ini dapat berujung pada siklus kekerasan yang semakin mengorbankan nyawa warga tak bersalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *