Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa rencana untuk meluncurkan operasi Project Freedom Plus di Selat Hormuz jika negosiasi damai dengan Iran gagal, merupakan langkah pengamanan jalur pelayaran internasional. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan Selat Hormuz dari Iran dengan mengawal kapal-kapal yang berlayar di wilayah tersebut.
Menurut Trump, operasi Project Freedom Plus akan dilakukan jika negosiasi perdamaian dengan Iran kembali gagal. Ia tidak merinci apa yang dimaksud dengan “Plus” dalam operasi ini, namun menyatakan bahwa itu akan menjadi bagian dari upaya untuk mengamankan Selat Hormuz.
Sebelumnya, Trump sudah berencana melakukan operasi Project Freedom di Selat Hormuz. Rencana ini disampaikan Trump lewat sebuah unggahan di Truth Social pada 3 April pekan lalu. Trump menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengamankan kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz dan memastikan bahwa mereka dapat berlayar dengan bebas dan aman.
Iran menilai rencana Trump sebagai tidak etis dan menegaskan bahwa keamanan wilayah Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali militernya. Iran juga mengingatkan AS untuk tidak semena-mena melangkahi kuasa Iran di Selat Hormuz dan menegaskan bahwa AS akan menerima konsekuensinya jika tetap melanggar.
Trump memutuskan menunda pelaksanaan Project Freedom karena mengklaim kesepakatan damai dengan Iran hampir tercapai, namun tetap membuka opsi melanjutkan blokade bila perundingan gagal. Dengan demikian, situasi di Selat Hormuz masih belum stabil dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Kesimpulan dari pernyataan Trump tentang rencana operasi Project Freedom Plus di Selat Hormuz menunjukkan bahwa AS tetap berkomitmen untuk mengamankan jalur pelayaran internasional dan memastikan kebebasan navigasi di wilayah tersebut. Namun, rencana ini juga dapat memperburuk hubungan AS dengan Iran dan meningkatkan ketegangan di wilayah Timur Tengah.











