Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Mei 2026 | Rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini seiring investor menunggu data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik global. Nilai tukar rupiah pada Rabu sore (13/5/2026) ditutup berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda Indonesia akhirnya menjauh dari level Rp17.500 menjelang libur long weekend pekan ini.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp 17.475 per dolar AS. Rupiah tercatat naik 53 poin atau menguat 0,30 persen dibandingkan penutupan Selasa yang berada di level Rp 17.529. Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp 17.496 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat karena ada intervensi dari Bank Indonesia (BI). "Usaha dari pemerintah dan intervensi BI ikut mendukung rupiah. Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh munculnya ekspektasi bahwa BI akan menaikkan tingkat suku bunga minggu depan," katanya.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pemerintah masih membahas pengaruh melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi energi. "Kebetulan Pak Menteri (ESDM) bersama jajaran menteri lain sedang merapatkan hal tersebut, jadi kita tunggu," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Destry mengatakan, tekanan terhadap rupiah meningkat akibat konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung dengan intensitas yang semakin tinggi. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan ketidakpastian global.
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede mengimbau bagi para pelaku usaha atau masyarakat untuk mengelola ekspektasi terhadap kurs rupiah terhadap dolar AS. Josua juga meminta agar mereka tidak perlu pusing memikirkan pergerakan rupiah yang masih terus melorot melawan dolar AS.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Namun, dengan intervensi BI dan ekspektasi kenaikan suku bunga, rupiah mulai menguat kembali. Meskipun demikian, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor-faktor global dan domestik, sehingga perlu terus dipantau dan diwaspadai.
Kesimpulan: Rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini seiring investor menunggu data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik global. Dengan intervensi BI dan ekspektasi kenaikan suku bunga, rupiah mulai menguat kembali. Namun, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor-faktor global dan domestik, sehingga perlu terus dipantau dan diwaspadai.











