Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Mei 2026 | Lamine Yamal, pemain bintang FC Barcelona, baru-baru ini menjadi sorotan dalam kontroversi politik selama perayaan kemenangan La Liga. Pemain muda berbakat ini mengibarkan bendera Palestina saat konvoi bus perayaan melintasi Barcelona, yang memicu reaksi marah di Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan kritik tajam melalui platform X. Katz menuduh Yamal telah menyebarkan kebencian terhadap Israel dan menyerukan kepada FC Barcelona untuk mengambil tindakan.
Yamal menerima bendera Palestina dari seorang pendukung di sepanjang rute dan memutuskan untuk mengibarkan bendera tersebut selama beberapa menit sementara ribuan penggemar bersorak-sorai menyambut skuad Barcelona atas gelar juara liga yang diraih.
Insiden ini menimbulkan reaksi keras di Israel. Katz menanggapi dengan pesan yang sangat keras ditujukan kepada penyerang Barcelona tersebut. Menurut menteri, Yamal telah bersalah karena menyebarkan kebencian terhadap Israel.
“Lamine Yamal memilih untuk menyebarkan kebencian terhadap Israel sementara tentara kami bertempur melawan organisasi teroris Hamas,” tulis Katz. Dalam hal ini, menteri secara tegas merujuk pada peristiwa 7 Oktober 2023. “Anak-anak, wanita, dan orang tua Yahudi dibunuh, diperkosa, dibakar, dan disembelih.”
Menteri Pertahanan menyatakan bahwa pernyataan dukungan publik terhadap Palestina dalam konteks ini secara moral tidak dapat diterima. “Siapa pun yang mendukung pesan semacam ini harus bertanya pada diri sendiri: apakah dia menganggap ini manusiawi? Apakah ini moral?”
Tidak hanya itu, karena pejabat Israel tersebut juga menyerukan kepada FC Barcelona. Katz berharap klub papan atas Catalan itu menjauhkan diri dari aksi Yamal dan menegaskan bahwa menurutnya ‘tidak ada tempat untuk dukungan terhadap terorisme’.
Barcelona sendiri belum memberikan tanggapan terkait kontroversi yang muncul seputar pemain bintangnya. Pelatih Hansi Flick sebelumnya telah memberikan komentar: “Secara pribadi, saya tidak akan melakukannya,” kata pelatih asal Jerman itu. “Saya sudah berbicara dengan Lamine mengenai aksi mengibarkan bendera Palestina saat upacara penghargaan. Namun, jika dia ingin melakukannya, silakan saja. Dia sudah berusia 18 tahun.”
Sementara itu, Presiden Spanyol, Pedro Sanchez, membela Yamal dengan mengatakan bahwa tindakan pemain tersebut hanya mengekspresikan solidaritas dengan rakyat Palestina. Sanchez menambahkan bahwa tindakan Yamal tidak dapat dianggap sebagai tindakan yang menyebarkan kebencian.
Dalam kontroversi ini, FC Barcelona belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, peristiwa ini telah memicu debat hangat tentang batas antara ekspresi politik dan olahraga.
Kesimpulan, insiden Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina telah memicu reaksi keras dari Israel dan perdebatan tentang batas antara ekspresi politik dan olahraga. Peristiwa ini menunjukkan bahwa olahraga tidak dapat dipisahkan dari politik dan bahwa atlet dapat menjadi simbol perlawanan atau solidaritas.









