Bencana Alam

Pegadaian dan Universitas Andalas Berinovasi untuk Lindungi Masyarakat dari Gempa dan Tsunami

×

Pegadaian dan Universitas Andalas Berinovasi untuk Lindungi Masyarakat dari Gempa dan Tsunami

Share this article
Pegadaian dan Universitas Andalas Berinovasi untuk Lindungi Masyarakat dari Gempa dan Tsunami
Pegadaian dan Universitas Andalas Berinovasi untuk Lindungi Masyarakat dari Gempa dan Tsunami

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Juli 2026 | PT Pegadaian (Persero) dan Universitas Andalas (Unand) melakukan kolaborasi untuk melindungi masyarakat pesisir dari ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang. Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar sosial dan ketahanan komunitas.

Melalui program Pegadaian Peduli, perusahaan membuktikan bahwa mereka tidak hanya fokus pada pertumbuhan inklusi finansial, melainkan juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan dan investasi sosial jangka panjang masyarakat di wilayah operasional rawan bencana.

📖 Baca juga:
BMKG Prakirakan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

Riset kolaboratif ini berhasil melahirkan sebuah cetak biru (blueprint) model mitigasi bencana berbasis masyarakat (community-based disaster risk management). Model ini mengintegrasikan lima instrumen utama, yaitu: teknologi deteksi dini tsunami mandiri, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai shelter dan pusat informasi kebencanaan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) evakuasi, hingga edukasi masyarakat yang disertai dengan simulasi kebencanaan mandiri yang dapat diterapkan.

Salah satu terobosan paling menonjol dari riset ini adalah penempatan masjid sebagai simbol kesiapsiagaan darurat. Di bawah model baru ini, masjid dioptimalkan fungsinya untuk bertindak sebagai shelter evakuasi sementara, pusat kendali informasi, serta ruang koordinasi utama warga saat terjadi masa krisis.

Pendekatan sosiologis ini dipilih secara cermat karena dinilai sangat selaras dengan filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” di Sumatera Barat, di mana masjid memegang peran sentral dalam struktural dan kultural kehidupan masyarakat.

📖 Baca juga:
Gempa 3.5 Magnitudo Guncang Cianjur, Terasa hingga Sukabumi

Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa.

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas, berharap model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan (resilience) masyarakat Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional (benchmark) yang dapat direplikasi di wilayah pesisir rawan bencana lainnya di Indonesia.

Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi tertingginya atas visi kemanusiaan yang ditunjukkan oleh PT Pegadaian (Persero) dalam mendukung riset aplikatif ini.

📖 Baca juga:
Cuaca Indonesia: Antara Kemarau dan Hujan, Masyarakat Diminta Waspada

Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa kombinasi antara kepakaran akademis pertiwi dan kepedulian sosial dunia usaha mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penguatan keselamatan publik.

Kemitraan strategis ini diharapkan dapat terus berlanjut ke fase implementasi yang lebih luas, sehingga masyarakat dapat lebih siap dan aman dari ancaman bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *