Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Agustus 2026 | Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Informasi awal menyebut magnitudo 7,7, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian memutakhirkan menjadi magnitudo 7,0 dengan pusat gempa sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Gempa ini sempat memicu peringatan dini tsunami dan evakuasi warga pesisir. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi dinilai aman. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan tidak kembali ke bangunan yang retak atau rusak sebelum dinyatakan aman.
Tsunami kecil dilaporkan terdeteksi di sejumlah titik pengamatan. Karena itu, pengakhiran peringatan tidak berarti risiko gempa susulan telah hilang. Warga pesisir harus tetap memantau kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Dalam pembaruan hingga Sabtu sore, laporan yang mengutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sedikitnya 47 orang meninggal dunia dan sekitar 2.000 warga mengungsi. Angka tersebut masih bersifat sementara karena pencarian, evakuasi, dan verifikasi di daerah terdampak terus berlangsung.
Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara akan mengirimkan 50.000 paket sembako untuk korban gempa di NTT. Bantuan ini akan segera dikirim dalam satu-dua hari untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa. Ia menyebut bencana tersebut sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama.
Warga Pasarwajo, Mukar Rijaldin Wisau, membagikan video air laut surut kemudian kembali naik ke wilayah pesisir Desa Kabawakole. Fenomena ini terjadi pada pagi hari dan membuat warga sekitar memantau kondisi pesisir.
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta pemutakhiran data dampak gempa. Informasi resmi mengenai perkembangan situasi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan BMKG.
Dalam beberapa hari ke depan, situasi gempa dan dampaknya akan terus dipantau dan diupdate. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah.











