Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Agustus 2026 | Indonesia diguncang tiga rentetan gempa tektonik signifikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan magnitudo sebesar 7,7 terjadi pada pukul 04.58 WIB dan menewaskan 47 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan masif pada bangunan dan fasilitas umum.
Gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Flores, termasuk Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Manggarai. Getaran gempa juga dirasakan oleh warga di Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk pesisir NTT, NTB, Sulsel, dan Sultra. Namun, peringatan tersebut dicabut setelah tidak ada tsunami yang terjadi.
Gempa susulan dengan magnitudo 5,5 terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026, pada pukul 13.51 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 7,90 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,64 derajat Bujur Timur (BT), sekitar 81 kilometer sebelah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
BNPB melaporkan bahwa lebih dari 5.000 warga terpaksa mengungsi akibat gempa tersebut. Kerusakan bangunan dan fasilitas umum juga terjadi, termasuk rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
Indonesia termasuk dalam “Ring of Fire” atau Cincin Api Pasifik yang menjadikannya sering mengalami gempa. Gempa bumi tektonik merupakan salah satu bencana alam yang paling berpotensi menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
Kesimpulan, gempa bumi M 7,7 yang mengguncang NTT merupakan bencana alam yang sangat berdampak. Korban jiwa dan kerusakan masif yang terjadi merupakan peringatan bagi kita untuk selalu siap dan waspada terhadap bencana alam.







