Kesehatan

Banten Perketat Pengawasan di Soetta untuk Cegah Hantavirus dan Berbagai Kasus Lainnya

×

Banten Perketat Pengawasan di Soetta untuk Cegah Hantavirus dan Berbagai Kasus Lainnya

Share this article
Banten Perketat Pengawasan di Soetta untuk Cegah Hantavirus dan Berbagai Kasus Lainnya
Banten Perketat Pengawasan di Soetta untuk Cegah Hantavirus dan Berbagai Kasus Lainnya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Banten meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus dengan memperketat pengawasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya kasus hantavirus dari luar negeri melalui jalur kedatangan internasional yang menjadi salah satu pintu utama mobilitas penumpang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pengawasan diperketat melalui kerja sama dengan pihak kekarantinaan kesehatan di area bandara. "Peningkatan pengawasan dilakukan di pintu masuk Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan BKK Kelas I Banten," kata Ati di Serang.

📖 Baca juga:
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Peringatkan 12 Negara

Tak hanya di bandara, Pemprov Banten juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus suspek hantavirus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Perhatian khusus diberikan kepada rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging di Banten, yakni RSUD Kabupaten Tangerang. Rumah sakit tersebut disiapkan untuk memantau dan menangani potensi kasus yang muncul di wilayah tersebut.

Meski pengawasan diperketat, Ati meminta masyarakat tidak panik menghadapi situasi ini. Ia menegaskan langkah pencegahan paling efektif tetap dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat diimbau untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah, menjaga sanitasi lingkungan, serta menyimpan makanan di wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.

Di sisi lain, wilayah Banten juga mengalami beberapa kasus kejahatan dan kecelakaan. Salah satunya adalah tabrakan yang menewaskan siswa di Kabupaten Pandeglang, yang dilakukan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

📖 Baca juga:
Badan Gizi Nasional Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Meningkatkan Kualitas Gizi Masyarakat

Oknum petugas kargo di Bandara Soekarno-Hatta juga tertangkap karena melakukan pencurian tas bermerek Lululemon. Korban, yang merupakan perusahaan ekspor, mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar. Ketiga tersangka berinisial R alias K, A, dan F, dan mereka ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang.

Di bidang kesehatan, Banten pernah mencatat satu kasus positif hantavirus pada November 2025. Namun pasien telah dinyatakan sembuh total. Ati memastikan kasus yang ditemukan tahun lalu bersifat terisolasi dan tidak berkaitan dengan wabah hantavirus yang baru-baru ini dilaporkan terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius.

Untuk meningkatkan kewaspadaan, Pemprov Banten juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah kontak dengan reservoir penyakit, seperti tikus dan kotorannya.

📖 Baca juga:
Hantavirus di Indonesia: Fakta dan Risiko Penularan

Kesimpulan, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan terhadap berbagai kasus, termasuk hantavirus, kejahatan, dan kecelakaan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah kontak dengan reservoir penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *