Ekonomi

Pengumuman MSCI: Dampak pada Saham dan IHSG

×

Pengumuman MSCI: Dampak pada Saham dan IHSG

Share this article
Pengumuman MSCI: Dampak pada Saham dan IHSG
Pengumuman MSCI: Dampak pada Saham dan IHSG

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 Agustus 2026 | Pengumuman MSCI (Morgan Stanley Capital International) pada Agustus 2026 telah memicu pergerakan signifikan di pasar saham Indonesia. Dalam pengumuman tersebut, MSCI mengeluarkan beberapa saham dari indeks Global Standard, termasuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Keputusan ini berlaku efektif setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Sebanyak 10 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI, termasuk CPIN dan GOTO. Sementara itu, 9 saham Indonesia masih bertahan di indeks MSCI Global Standard, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

📖 Baca juga:
FTSE Russell Keluarkan Empat Saham Indonesia dari Indeks Global, Apa Alasannya?

Investor asing telah melakukan aksi beli saham sebelum pengumuman MSCI, dengan total beli mencapai Rp 725,21 miliar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Aksi beli ini membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,69% menjadi 6.373,84.

Namun, setelah pengumuman MSCI, IHSG mengalami penurunan sebesar 1,13% menjadi 6.301,76. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan jual yang muncul setelah pengumuman MSCI. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG ditutup terkoreksi 1,13% disertai dengan munculnya tekanan jual.

📖 Baca juga:
Bocoran Strategi MSCI: Cara Cerdas Hadapi Gejolak Indeks Mei 2026

Menurut Herditya, pergerakan IHSG terkoreksi pascarilis pengumuman MSCI, di mana beberapa emiten dalam konstituennya terdepak, yang dikhawatirkan akan adanya outflow pada IHSG saat masa efektif nanti. Selain itu, saham-saham big caps dengan transaksi besar juga mencatat penurunan harga, termasuk Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Chandra Asri Pacific (TPIA).

Dalam kelompok saham terlikuid LQ45, Merdeka Battery Materials (MBMA) memimpin pelemahan dengan penurunan 7,27%, diikuti Essa Induatries (ESSA) yang turun 7,04%, dan Vale Indonesia (INCO) yang merosot 5,21%.

📖 Baca juga:
Rupiah Menguat di Tengah Geopolitik yang Tidak Stabil, Apa Yang Terjadi?

Kesimpulan, pengumuman MSCI telah memicu pergerakan signifikan di pasar saham Indonesia, dengan beberapa saham dikeluarkan dari indeks Global Standard. Investor asing telah melakukan aksi beli saham sebelum pengumuman, namun IHSG masih mengalami penurunan setelah pengumuman. Saham-saham perbankan raksasa Indonesia masih bertahan di indeks MSCI Global Standard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *