Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Agustus 2026 | Inflasi di Amerika Serikat melambat pada bulan Juli, dengan inflasi inti meningkat sebesar 0,2% dan inflasi tahunan mencapai 3,4%. Meskipun demikian, angka ini masih jauh dari target Federal Reserve (Fed) sebesar 2%.
Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, inflasi inti pada bulan Juli meningkat sebesar 0,2% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan 2,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, inflasi keseluruhan meningkat sebesar 0,1% pada bulan Juli, dan 3,4% pada tahun ini.
Angka-angka ini mempengaruhi keputusan Fed dalam menentukan suku bunga. Dengan inflasi yang masih tinggi, Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga yang tinggi untuk mengendalikan inflasi. Namun, jika inflasi melambat, Fed mungkin akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ekonom senior di Florida Chamber Foundation, Sheridan Morby, mengatakan bahwa inflasi yang melambat ini akan berdampak positif bagi masyarakat, karena harga barang dan jasa akan lebih stabil. Namun, ia juga mengingatkan bahwa inflasi yang masih tinggi ini akan terus mempengaruhi daya beli masyarakat.
Sementara itu, di pasar saham, indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 mengalami kenaikan setelah data inflasi dirilis. Ini menunjukkan bahwa investor optimis dengan prospek ekonomi AS dan potensi penurunan suku bunga di masa depan.
Kesimpulan, inflasi AS yang melambat pada bulan Juli masih jauh dari target Fed. Meskipun demikian, angka-angka ini memberikan harapan bahwa inflasi akan terus melambat dan suku bunga akan diturunkan di masa depan. Namun, perlu diingat bahwa inflasi yang masih tinggi ini akan terus mempengaruhi daya beli masyarakat dan keputusan Fed dalam menentukan suku bunga.











