Ekonomi

IHSG Berpotensi Konsolidasi, Saham BUMI dan ESSA Jadi Rekomendasi

×

IHSG Berpotensi Konsolidasi, Saham BUMI dan ESSA Jadi Rekomendasi

Share this article
IHSG Berpotensi Konsolidasi, Saham BUMI dan ESSA Jadi Rekomendasi
IHSG Berpotensi Konsolidasi, Saham BUMI dan ESSA Jadi Rekomendasi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bergerak konsolidasi pada perdagangan Selasa (11/8). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) hingga PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).

Aanalisis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, tren utama IHSG dalam jangka pendek masih bullish selama indeks tidak turun di bawah level 6.300. Menurut dia, IHSG telah menembus level resistance 6.459 pada perdagangan Senin (10/8). Kondisi tersebut membuat IHSG semakin dekat dengan target Fibonacci berikutnya di level 6.545.

📖 Baca juga:
Rupiah Menguat di Tengah Geopolitik yang Tidak Stabil, Apa Yang Terjadi?

Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish. Adapun level support IHSG berada di level 6.300, 6.212, 6.138 dan 6.020 sementara level resistance di level 6.545, 6.700 dan 6.835. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu.

Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga ke Rp 197, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga ke Rp 5.900. Lalu PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga ke Rp 845, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga ke level 1.420 serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan target harga ke Rp 1.180.

Hal serupa juga dikatakan tim riset BRI Danareksa. Menurutnya, secara teknikal IHSG berpotensi bergerak sideways dengan support terdekat di 6.300–6.320 dan resistance penting di 6.400 – 6.450.

PT Bumi Arsana Mulia mengumumkan kepemilikan saham dalam jumlah besar di perusahaan publik PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS). Setelah transaksi itu, dari sebelumnya 0 persen, Bumi Arsana Mulia, kini memegang 25,60% dari seluruh hak suara di PT Ancora Indonesia Resources.

📖 Baca juga:
Macau Dalam Sorotan: Antara Kemajuan dan Tantangan

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan tertanggal 10 Agustus 2026, entitas tersebut telah membeli sebanyak 607.521.388 unit saham biasa. Transaksi pembelian saham secara langsung tersebut dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 dengan total nilai transaksi mencapai Rp73.510.087.948,00.

Meskipun memegang porsi saham yang terbilang signifikan yakni melebihi seperempat dari total hak suara perusahaan, PT Bumi Arsana Mulia menegaskan statusnya bukan sebagai pengendali baru bagi emiten berkode saham OKAS tersebut.

Di sisi lain, Pluang mencatat jumlah investor saham Amerika Serikat (AS) yang aktif bertransaksi setiap bulan meningkat enam kali lipat dalam tiga tahun terakhir, seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia melakukan diversifikasi investasi ke aset global.

Pertumbuhan tersebut juga mulai terlihat di luar kota-kota metropolitan. Sebanyak 38 persen investor saham AS di Pluang berasal dari kota sekunder dan tertier, sementara layanan Pluang kini telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia.

Investor Indonesia kini jauh lebih mahir dalam menemukan peluang pertumbuhan baru. Dengan pola pikir yang lebih global, mereka mengejar peluang kelas dunia untuk melengkapi, bukan menggantikan, portofolio lokal mereka.

📖 Baca juga:
Ekonomi Indonesia: Antara Tantangan dan Peluang

Pertumbuhan minat terhadap aset global juga tercermin dari dana kelolaan atau asset under management (AUM) saham dan ETF AS di Pluang yang meningkat 19 kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Pada kuartal I 2026, sekitar satu dari lima investor baru Pluang memulai investasi melalui kelas aset saham dan ETF AS.

Lebih dari 70 persen investor yang pertama kali membeli saham global setahun lalu masih mempertahankan kepemilikannya hingga saat ini. Menurut Andreas, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi saham global mulai dipandang sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan dalam jangka pendek.

Kesimpulan, IHSG berpotensi konsolidasi dengan rekomendasi saham BUMI dan ESSA. PT Bumi Arsana Mulia mengumumkan kepemilikan saham dalam jumlah besar di OKAS, namun menegaskan statusnya bukan sebagai pengendali baru. Pluang mencatat pertumbuhan investor saham AS yang aktif bertransaksi setiap bulan meningkat enam kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *