Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Agustus 2026 | Harga minyak dunia terus melonjak selama enam hari berturut-turut, mencapai US$ 89,47 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah ketegangan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran tentang prospek tercapainya kesepakatan yang dapat memulihkan arus energi melalui selat tersebut.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa AS sepenuhnya mengendalikan Selat Hormuz dan tidak mempercayai Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah Trump mengajukan sejumlah tuntutan baru yang luas terhadap Iran.
Sementara itu, harga emas Antam juga mengalami penurunan, turun Rp 30.000 per gram menjadi Rp 2.680.000 per gram. Harga emas buyback juga turun hingga Rp 30.000 per gram, menjadi Rp 2.516.000 per gram.
Kondisi ini menunjukkan bahwa harga produk energi sangat sensitif terhadap pemberitaan mengenai upaya membuka kembali Selat Hormuz. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa harga minyak dapat terus melonjak jika ketegangan di Selat Hormuz tidak segera mereda.
Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak telah melonjak lebih dari 40% sepanjang tahun ini. Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina.
Dengan demikian, perlu diingat bahwa harga produk energi dapat berubah-ubah setiap saat, tergantung pada situasi politik dan ekonomi global. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan harga produk energi dan melakukan perencanaan yang tepat untuk menghadapi perubahan tersebut.











