Ekonomi

OJK Telusuri Risiko Kredit Bank dan Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia

×

OJK Telusuri Risiko Kredit Bank dan Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia

Share this article
OJK Telusuri Risiko Kredit Bank dan Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia
OJK Telusuri Risiko Kredit Bank dan Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 Agustus 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengidentifikasi potensi dampak penghentian operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap pembiayaan perbankan. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui jumlah SPPG yang memiliki kewajiban kredit kepada bank.

Industri pinjaman daring terus berkembang sebagai salah satu alternatif pembiayaan masyarakat. Hingga Juni 2026, nilai outstanding pembiayaan pinjaman daring telah mencapai Rp105,14 triliun. OJK mencatat angka tersebut tumbuh 25,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

📖 Baca juga:
Debt Collector Mengancam: Bagaimana Utang Dapat Mempengaruhi Kehidupan Anda

OJK Sulawesi Tenggara mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan shadow economy atau ekonomi bayangan di Sultra cukup tinggi. Shadow economy merupakan aktivitas ekonomi, baik legal atau ilegal, disengaja atau tidak disengaja yang tujuannya menghindari pajak karena tidak memenuhi administrasi.

Pertumbuhan nilai transaksi aset kripto menjadi Rp 28,58 triliun hingga bulan Juni 2026. Angka ini meningkat 24,20% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat Rp 23,01 triliun. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital juga meningkat 1,32% mtm menjadi 22,69 juta akun pada Juni 2026.

📖 Baca juga:
Ekonomi Indonesia Jauh dari Krisis, Wakil Menteri Keuangan Sebutkan Tiga Sumber Krisis

PT Pegadaian (Persero) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur menyelenggarakan talkshow literasi keuangan bertajuk “FINANCIAL LITERACY ON THE WAY: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (13/8/2026).

Kesimpulan, OJK terus memantau dan mengembangkan ekonomi digital di Indonesia, termasuk pinjaman daring dan aset kripto, serta mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

📖 Baca juga:
Durian RI Laku Rp42,5 Miliar: China Jadi Pasar Utama bagi 459 Ton Buah Eksotis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *