TEKNO

Meta Tambahkan Teknologi Pengenalan Wajah pada Kacamata Pintar, Menimbulkan Kekhawatiran Privasi

×

Meta Tambahkan Teknologi Pengenalan Wajah pada Kacamata Pintar, Menimbulkan Kekhawatiran Privasi

Share this article
Meta Tambahkan Teknologi Pengenalan Wajah pada Kacamata Pintar, Menimbulkan Kekhawatiran Privasi
Meta Tambahkan Teknologi Pengenalan Wajah pada Kacamata Pintar, Menimbulkan Kekhawatiran Privasi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Juni 2026 | Meta, perusahaan induk Facebook, telah menambahkan teknologi pengenalan wajah pada kacamata pintar mereka, yang menimbulkan kekhawatiran privasi di kalangan pengguna. Teknologi ini, yang dikenal sebagai “NameTag”, dapat mengenali wajah orang-orang yang diambil oleh kamera kacamata dan memberikan notifikasi kepada pengguna jika mereka mengenali seseorang.

Kacamata pintar Meta telah menjadi perhatian karena dapat digunakan untuk merekam dan membagikan konten yang tidak diinginkan, seperti pengguna yang merekam dan membagikan video mereka yang melakukan pendekatan yang tidak diinginkan kepada orang lain. Penambahan teknologi pengenalan wajah ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pengguna dapat menggunakan fitur ini untuk mengidentifikasi dan melacak orang-orang tanpa sepengetahuan mereka.

📖 Baca juga:
Ledakan Roket Blue Origin: NASA dan Masa Depan Program Artemis

Meta telah membantah bahwa fitur ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang tanpa sepengetahuan mereka, dan bahwa fitur ini hanya dapat digunakan untuk mengenali wajah orang-orang yang telah disimpan di perangkat pengguna. Namun, kekhawatiran privasi tetap ada, terutama karena Meta telah memiliki catatan yang buruk dalam hal privasi pengguna.

Selain itu, Meta juga telah mengalami masalah keamanan terkait dengan penggunaan AI mereka. Baru-baru ini, telah dilaporkan bahwa para peretas telah menggunakan agen dukungan AI Meta untuk mencuri akun Instagram. Para peretas menggunakan metode yang sederhana, yaitu dengan meminta agen dukungan AI untuk menghubungkan akun dengan alamat email yang mereka kontrol.

📖 Baca juga:
Konami Kembali Muncul dengan Berbagai Proyek Baru

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran bahwa penggunaan AI yang semakin luas dapat membuat sistem keamanan lebih rentan terhadap serangan. Para ahli keamanan telah memperingatkan bahwa penggunaan AI yang semakin luas dapat membuat sistem keamanan lebih rentan terhadap serangan, karena AI dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan dalam sistem keamanan.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan keamanan dan privasi pengguna ketika mengembangkan dan menggunakan teknologi AI. Perusahaan seperti Meta harus memastikan bahwa mereka memiliki langkah-langkah keamanan yang cukup untuk melindungi pengguna dari serangan dan kekhawatiran privasi.

📖 Baca juga:
Singapore Menjadi Pusat Inovasi: Dari Hadiah Kerajinan Loewe Hingga Pencapaian AI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *