Pendidikan

Pendidikan di Jawa Barat: Perbaikan Sekolah dan Penerimaan Murid Baru

×

Pendidikan di Jawa Barat: Perbaikan Sekolah dan Penerimaan Murid Baru

Share this article
Pendidikan di Jawa Barat: Perbaikan Sekolah dan Penerimaan Murid Baru
Pendidikan di Jawa Barat: Perbaikan Sekolah dan Penerimaan Murid Baru

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Juni 2026 | Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan (Disdik), menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk memperbaiki 25 sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan pada tahun 2026. Perbaikan tersebut merupakan program pemeliharaan bangunan sekolah yang telah direncanakan sejak awal tahun anggaran.

Menurut Kabid SD Disdik Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya, perbaikan yang dilakukan berupa pemeliharaan terhadap kerusakan yang ada dan bukan pembangunan ruang kelas baru. Hasil pemetaan Disdik menunjukkan sedikitnya 25 SD mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai ringan hingga sedang, sehingga membutuhkan penanganan agar kegiatan belajar mengajar tetap optimal.

📖 Baca juga:
Pengembangan Bandara Kertajati dan Dampaknya pada Pariwisata Bandung Raya

Disdik memperkirakan kebutuhan anggaran per sekolah rata-rata Rp150 juta. Namun, besaran anggaran yang diterima masing-masing sekolah akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan. Sementara itu, perbaikan dua ruang kelas rusak berat di SDN 1 Babadan direncanakan dilakukan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

Di sisi lain, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Tengah telah dimulai. SPMB mensyaratkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk pendaftaran jalur prestasi. Nilai TKA akan tertera dalam Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) murid.

📖 Baca juga:
Sistem Eror di Hari Pleno SPMB, Keresahan Wali Murid SMAN 1 Tasikmalaya

Bagi murid yang belum memiliki SHTKA, tidak perlu khawatir karena nilai TKA sudah otomatis masuk ke aplikasi pendaftaran. Murid dapat melanjutkan proses pendaftaran tanpa harus menunggu SHTKA. Setelah proses seleksi selesai dan murid dinyatakan lolos, murid dapat menunjukkan dokumen SHTKA pada saat tahap daftar ulang.

Dalam beberapa hari terakhir, banyak orang tua siswa yang memadati Posko Pengaduan SPMB di Kota Depok karena kendala dalam proses pendaftaran jalur prestasi secara daring. Mereka mengaku bahwa data pendaftaran anak mereka belum juga mendapatkan status verifikasi meskipun seluruh persyaratan telah dilengkapi.

📖 Baca juga:
Waskita Karya Percepat Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dan Sekolah Rakyat di Sulsel

Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap sistem pendaftaran untuk memastikan bahwa proses penerimaan murid baru dapat berjalan lancar dan optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *