Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Juli 2026 | Gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela telah menewaskan sedikitnya 2.295 orang. Pemerintah Venezuela mengumumkan tujuh hari berkabung untuk para korban. Dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang secara berurutan, berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5, telah merobohkan banyak kompleks perumahan, dengan puluhan ribu orang belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan terjebak reruntuhan.
Operasi pencarian dan penyelamatan yang intens untuk menemukan korban-korban yang terjebak di bawah reruntuhan terus dilakukan, meskipun jendela waktu kritis selama 72 jam untuk bertahan hidup telah berlalu. Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, melaporkan bahwa kekurangan makanan terjadi secara luas, layanan dasar lumpuh, dan saluran komunikasi sebagian besar terputus di kota pelabuhan La Guaira, yang menjadi wilayah terdampak gempa paling parah.
Puluhan ribu orang di Venezuela kesulitan mencari makanan dan tempat berlindung setelah gempa kembar dahsyat mengguncang pekan lalu. Para dokter memperingatkan kemunculan wabah penyakit karena warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di jalanan. Venezuela telah menyiapkan sejumlah posko pengungsian bagi warga terdampak.
Pemerintah Venezuela telah mengantongi sekitar Rp 2,2 triliun untuk membangun 7.952 hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Sumatera. Huntap akan dibangun dengan teknologi bernama Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk di Aceh dan Sumatera Utara. Sementara itu, model rumah dengan bata interlock presisi (BIP) akan dipakai di Sumatera Barat.
Waktu pembangunan untuk rumah dengan model RISHA diperkirakan sekitar 8 bulan jika serempak dibangun 1.000 unit. Apabila dibangun 100 unit bersamaan, huntap selesai dalam 26 hari. Sementara itu, dengan model bata interlock presisi diperkirakan sekitar 10 bulan jika serempak dibangun 1.000 unit. Apabila dibangun 100 unit bersamaan, huntap selesai dalam 30 hari.
Bukan hanya membangun rumah, pemerintah juga akan menyediakan infrastruktur pendukungnya, seperti jalan, saluran pembuangan, hingga lampu jalan. Bahkan sarana pendidikan, kesehatan, ibadah, hingga hiburan juga akan tersedia. Penghuni huntap tentu akan mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM).
Korban gempa Venezuela terus meningkat, dan pemerintah terus berupaya untuk membantu korban dan memulihkan infrastruktur yang rusak. Dengan demikian, diharapkan korban gempa dapat segera mendapatkan bantuan dan kembali ke kehidupan normal.









