Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Mei 2026 | Masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih produk kecantikan karena maraknya peredaran kosmetik di marketplace. Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtanti Harimurti, meminta masyarakat memperhatikan aspek keamanan produk agar terhindar dari kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kesadaran lebih dalam mengenali ciri-ciri kosmetik berbahaya yang patut diwaspadai. Selain itu, beberapa barang di rumah juga bisa meningkatkan risiko kanker jika digunakan dalam jangka panjang tanpa disadari. Mulai dari peralatan rumah tangga hingga perawatan diri, paparan bahan kimia tersebut bisa menyebabkan kanker.
Beberapa contoh barang di rumah yang bisa meningkatkan risiko kanker adalah lilin aromaterapi, pengharum ruangan, wajan anti lengket, obat nyamuk bakar, dan kantong plastik. Lilin aromaterapi melepaskan zat kimia berbahaya saat dibakar, sedangkan pengharum ruangan seringkali melepaskan senyawa kimia yang bisa mencemari udara dalam ruangan.
Wajan anti lengket bisa aman jika digunakan dengan benar, namun jika terkena suhu yang terlalu tinggi lapisan anti lengket bisa rusak dan melepaskan zat kimia ke makanan. Asap dari obat nyamuk bakar mengandung bahan kimia yang menghasilkan partikel yang setara dengan puluhan batang rokok. Penggunaan kantong dan wadah plastik, terutama saat terkena panas, bisa melepaskan bahan kimia berbahaya seperti BPA yang berpotensi mengganggu hormon tubuh.
Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih teliti dalam memilih produk kecantikan dan barang rumah tangga untuk menghindari risiko kanker. Dengan memiliki kesadaran lebih dalam mengenali ciri-ciri kosmetik berbahaya dan barang rumah tangga yang berpotensi meningkatkan risiko kanker, masyarakat dapat menjaga kesehatan dan keselamatan diri dan keluarga.
Untuk itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak kosmetik berbahaya dan barang rumah tangga terhadap kesehatan manusia. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat pilihan yang tepat dalam memilih produk kecantikan dan barang rumah tangga yang aman dan sehat.
Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan keselamatan telah meningkat. Namun, masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kosmetik berbahaya dan barang rumah tangga yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya kosmetik berbahaya dan barang rumah tangga yang berpotensi meningkatkan risiko kanker. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat pilihan yang tepat dalam memilih produk kecantikan dan barang rumah tangga yang aman dan sehat.











