Kesehatan

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya

×

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya

Share this article
Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya
Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Mei 2026 | Pemerintah Thailand telah menetapkan virus Hanta sebagai penyakit menular berbahaya. Keputusan ini diambil setelah para ahli menilai bahwa virus Hanta memiliki tingkat keparahan tinggi dan potensi penularan serius melalui droplet pernapasan.

Langkah ini diambil setelah Departemen Pengendalian Penyakit Thailand melakukan kajian resmi terkait klasifikasi penyakit berdasarkan Undang-Undang Penyakit Menular 2015. Hasil kajian menyimpulkan bahwa ancaman virus Hanta perlu dinaikkan ke level pengawasan tertinggi.

📖 Baca juga:
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: 3 Orang Meninggal, Ratusan Penumpang Diamankan

Virus Hanta kini menjadi penyakit ke-14 dalam daftar penyakit berbahaya Thailand. Dengan status ini, petugas pengendalian wabah memiliki kewenangan lebih besar untuk melakukan isolasi dan tindakan darurat kesehatan masyarakat.

Keputusan ini mencakup dua sindrom utama akibat infeksi virus Hanta, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi berat hingga kematian.

📖 Baca juga:
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Thailand, Dr. Somruek, menjelaskan bahwa gejala awal infeksi meliputi demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, hingga gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare.

Thailand kini mewajibkan setiap dugaan kasus virus Hanta dilaporkan maksimal tiga jam setelah ditemukan. Selain itu, investigasi epidemiologi harus segera dilakukan dalam waktu 12 jam. Pemerintah juga menetapkan karantina selama 42 hari bagi orang yang memiliki kontak erat berisiko tinggi dengan pasien.

📖 Baca juga:
Mengenal Hantavirus: Sejarah, Gejala, dan Langkah Pencegahan

Kasus berat bisa berkembang menjadi pneumonia, gagal napas, syok, tekanan darah rendah, perdarahan, gagal ginjal akut hingga kematian.

Langkah pengawasan ketat ini bertujuan mencegah penyebaran virus yang berpotensi menyebabkan komplikasi berat hingga kematian bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *