Ekonomi

Tempe Menghadapi Tantangan di Tengah Pelemahan Rupiah

×

Tempe Menghadapi Tantangan di Tengah Pelemahan Rupiah

Share this article
Tempe Menghadapi Tantangan di Tengah Pelemahan Rupiah
Tempe Menghadapi Tantangan di Tengah Pelemahan Rupiah

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp17.600 per dolar AS telah memicu lonjakan biaya produksi dan tekanan inflasi impor yang dirasakan langsung oleh pengrajin tahu dan tempe.

Menurut Erik Hermawan, Anggota Komisi XI DPR RI, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh tekanan ganda, yakni eskalasi geopolitik global di Timur Tengah yang memicu capital outflow, serta persepsi risiko fiskal ke depan.

📖 Baca juga:
5 Film Action Barat yang Bakal Mengguncang Bioskop Indonesia di Mei 2026, Termasuk Mortal Kombat 2!

Indonesia tengah menghadapi ancaman inflasi barang impor yang nyata, dan pelemahan rupiah juga akan menyasar masyarakat di tingkat akar rumput, perajin komoditas tahu dan tempe mulai kelabakan menyiasati harga kedelai domestik yang melambung jauh di atas harga internasional.

Pelemahan rupiah juga berdampak pada industri yang masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor, mencapai 70 persen di sektor kimia, tekstil, elektronik, hingga farmasi.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan biaya produksi industri akan meningkat, dan beban itu pada akhirnya akan dibayar konsumen lewat harga yang lebih mahal.

📖 Baca juga:
ONIC Dominasi EVOS: Kemenangan Telak 2-0 Perkuat Puncak Klasemen MPL ID S17

Dalam beberapa bulan ke depan, dampaknya bisa makin terasa di kantong masyarakat, dan setiap kali kurs tertekan, harga kebutuhan ikut terdorong naik tanpa banyak pilihan.

Di tengah situasi ini, rupiah jadi salah satu yang paling tertekan, dan kombinasi geopolitik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, dan suku bunga tinggi Amerika Serikat membuat dolar semakin dominan.

Ekonom Wijayanto Samirin menilai kondisi ini bisa memicu efek berantai ke sektor riil, dan Guru Besar Rahma Gafmi bahkan menyebut kenaikan sudah mulai terasa di tingkat produsen.

📖 Baca juga:
Rival Sengit Jonatan Nyaris Dipermalukan Pemain Ranking 128 Dunia di Thomas Cup 2026

Artinya, lonjakan harga bukan sekadar potensi, tapi sudah mulai bergerak, dan selama ketergantungan pada impor masih tinggi, pelemahan rupiah akan terus jadi ancaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *