Ekonomi

Saham BBCA Anjlok, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham di Bursa Efek Indonesia?

×

Saham BBCA Anjlok, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham di Bursa Efek Indonesia?

Share this article
Saham BBCA Anjlok, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham di Bursa Efek Indonesia?
Saham BBCA Anjlok, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Saham di Bursa Efek Indonesia?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Juni 2026 | Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi sorotan pasar setelah ditutup di level Rp4.850 per saham pada perdagangan Senin (8/6/2026). Harga tersebut menandai penurunan 4,43% atau terkoreksi 225 poin dalam sehari dan sekaligus membawa BBCA menyentuh level terendah dalam 52 minggu terakhir.

Penurunan tajam ini membuat harga saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut menjadi perbincangan di kalangan investor. Bahkan, secara simbolis, harga satu lembar saham BBCA kini disebut-sebut lebih murah dibanding harga segelas Teh Poci yang dijual sebesar Rp5.000 per gelas.

📖 Baca juga:
Danantara Rombak BUMN Telkom, Pangkas Anak Usaha dari 67 jadi 19 Entitas

Data perdagangan menunjukkan BBCA dibuka pada level Rp4.950, sempat menyentuh posisi tertinggi Rp5.050, sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh level terendah harian sekaligus terendah satu tahun di Rp4.850.

Meski harga sahamnya merosot tajam, fundamental BCA masih tergolong kuat. Emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp591,91 triliun itu saat ini diperdagangkan pada rasio price to earnings (P/E) 10,28 kali, jauh lebih rendah dibanding valuasi historisnya dalam beberapa tahun terakhir.

Koreksi BBCA juga terjadi di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik. Aksi jual investor asing, kekhawatiran perlambatan ekonomi global, serta meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan menjadi faktor yang mendorong pelemahan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Di sisi lain, sejumlah pelaku pasar menilai anjloknya harga BBCA hingga ke level terendah setahun bisa menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk mulai mencermati peluang akumulasi. Pasalnya, BCA selama ini dikenal sebagai salah satu bank dengan kualitas aset dan profitabilitas terbaik di industri perbankan nasional.

📖 Baca juga:
IHSG Anjlok, Saham Big Caps Jadi Penyebab Utama

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat tipis didorong oleh mata uang rupiah yang kembali terapresiasi. IHSG BEI dibuka naik 1,79 poin atau 0,04 persen menjadi 4.993,43.

Menurut analis, indeks BEI kembali menguat di tengah tertekannya bursa regional, sentimen dari penguatan mata uang rupiah masih menjaga bursa saham domestik. Arus dana asing yang masih masuk ke pasar saham domestik akan menambah penguatan bagi indeks BEI di akhir pekan ini.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga memperoleh restu pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp4 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (8/6/2026).

Direktur Utama TLKM Dian Siswarini mengatakan program pembelian kembali saham dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa secara bertahap ataupun sekaligus. Pelaksanaan buyback akan berlangsung selama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPST, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

📖 Baca juga:
IHSG Diprediksi Melemah, Sentimen Negatif Masih Bayangi Pasar

Menurut Dian, buyback dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham TLKM di tengah dinamika pasar.

Kesimpulan, pelemahan saham BBCA dan keputusan buyback saham TLKM merupakan dua fenomena yang berbeda namun terkait dengan dinamika pasar saham domestik. Investor perlu mencermati fundamental perusahaan dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *