Ekonomi

Dollar Melemah dari Puncak Dua Bulan Terakhir, Yen Mendekati 160

×

Dollar Melemah dari Puncak Dua Bulan Terakhir, Yen Mendekati 160

Share this article
Dollar Melemah dari Puncak Dua Bulan Terakhir, Yen Mendekati 160
Dollar Melemah dari Puncak Dua Bulan Terakhir, Yen Mendekati 160

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Juni 2026 | Dolar AS melemah dari puncak dua bulan terakhirnya pada hari Jumat, sementara yen Jepang mendekati 160 per dolar AS karena spekulasi tentang kenaikan suku bunga di AS dan pernyataan dari otoritas moneter di Asia.

Indeks dolar, yang melacak kinerja dolar AS terhadap keranjang enam mata uang lain, turun 0,2% menjadi 103,94. Dolar AS melemah 0,3% terhadap yen menjadi 159,95, mendekati level tertinggi sejak September 2022.

📖 Baca juga:
Inflasi dan Ekonomi Indonesia: Tren dan Analisis Terbaru

Yen Jepang telah melemah sejak awal tahun karena Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar, sementara Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi.

Pada hari Kamis, Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, mengatakan bahwa bank sentral akan terus mempertahankan kebijakan moneter yang longgar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, dolar AS menguat terhadap euro, dengan euro melemah 0,2% menjadi $1,0944. Dolar AS juga menguat terhadap pound Inggris, dengan pound melemah 0,3% menjadi $1,2644.

📖 Baca juga:
Ketegangan AS-Iran dan Suku Bunga yang Lebih Tinggi Mempengaruhi Perekonomian Global

Ringgit Malaysia juga melemah terhadap dolar AS, dengan dolar AS menguat 0,2% menjadi 4,0120 per ringgit.

Menurut beberapa analis, pelemahan dolar AS terhadap yen Jepang dapat memicu intervensi oleh pemerintah Jepang untuk mendukung yen.

Sementara itu, di Asia, otoritas moneter di beberapa negara telah mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan pasar dan mendukung mata uang mereka.

📖 Baca juga:
USD IDR Melemah ke Rp16.461: Dampak Pertemuan AS‑China, Kebijakan The Fed, dan Tekanan pada UMKM

Bank Sentral India mengatakan bahwa mereka siap untuk melakukan intervensi jika diperlukan untuk mendukung rupee India, yang telah melemah terhadap dolar AS.

Di Singapura, otoritas moneter mengatakan bahwa mereka akan terus memantau situasi dan siap untuk mengambil tindakan jika diperlukan untuk mendukung dolar Singapura.

Kesimpulan, dolar AS melemah dari puncak dua bulan terakhirnya pada hari Jumat, sementara yen Jepang mendekati 160 per dolar AS. Pelemahan dolar AS terhadap yen Jepang dapat memicu intervensi oleh pemerintah Jepang untuk mendukung yen. Sementara itu, otoritas moneter di beberapa negara Asia telah mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan pasar dan mendukung mata uang mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *