Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Juli 2026 | Prajogo Pangestu kembali menduduki posisi sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya melonjak menjadi US$28,6 miliar atau sekitar Rp512 triliun, melampaui pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong.
Lonjakan kekayaan tersebut terjadi seiring penguatan saham-saham emiten yang berada dalam kelompok usaha Barito selama beberapa hari terakhir.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Petrosea Tbk (PTRO) kompak mencatatkan kenaikan.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL) meraup fasilitas pinjaman jumbo senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,36 triliun dari Bangkok Bank.
Fasilitas pinjaman tersebut terbagi menjadi dua komitmen. Fasilitas A memiliki nilai US$ 105 juta, sedangkan Fasilitas B mencapai US$ 195 juta.
Manajemen BREN mengatakan dana jumbo itu untuk mengembangkan dua proyek panas bumi, yakni Suoh Sekincau di Sumatera dan Hamiding di Maluku.
Sementara itu, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) bersiap menjadi penguasa tambang batu bara di Kalimantan. Aksi tersebut dimulai usai SINI mengambil alih saham anak usaha tambang Prajogo dari PT Petrosea Tbk (PTRO).
Lewat transaksi senilai Rp 1,73 triliun itu, SINI mengambil alih 99% saham anak usaha PTRO yaitu PT Kemilau Mulia Sakti (KMS).
Nilai transaksi tersebut setara 110,26% dari total aset perseroan sehingga tergolong sebagai transaksi material.
Akuisisi ini memberi SINI akses langsung ke tambang batu bara milik PTRO di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
KMS menguasai 99% saham PT Cristian Eka Pratama (CEP), pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi yang berlaku hingga Juli 2038.
Berdasarkan laporan tenaga ahli per 31 Desember 2025, CEP memiliki cadangan batu bara sebesar 69,25 juta ton di area konsesi seluas 4.776 hektare.
Kini, SINI menguasai tambang batu bara di Kalimantan miliknya di Kalimantan Tengah dan milik KMS di wilayah operasi KMS berada di Kalimantan Timur.
Dengan perbedaan wilayan tersebut, manajemen SINI menilai akuisisi tersebut dapat meningkatkan standar pembangunan infrastruktur dan efisiensi operasional dalam jangka panjang.
Secara umum, akuisisi KMS berpotensi memberikan dampak positif terhadap usaha pertambangan batu bara perseroan melalui peningkatan aset, cadangan, kapasitas produksi, dan pertumbuhan laba.
Pendapatan KMS diproyeksikan mencapai US$ 52 juta pada 2026 dan melonjak menjadi US$ 158,97 juta pada 2027.
Kontribusinya terhadap pendapatan konsolidasi diperkirakan mencapai 21,4% pada 2026 dan meningkat menjadi 27,06% setahun kemudian.
Dari sisi operasional, produksi batu bara di konsesi KMS ditargetkan meningkat bertahap, dari sekitar 1 juta ton per tahun pada tahap awal menjadi 3,6 juta ton hingga mencapai kapasitas optimal 5 juta ton per tahun.
Dengan cadangan yang dimiliki saat ini, umur tambang diperkirakan bertahan hingga 2038, bergantung pada rencana penammbangan, kondisi operasional dan regulasi.
Kesimpulan, Prajogo Pangestu kembali menjadi orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$28,6 miliar atau sekitar Rp512 triliun. Kekayaannya melonjak seiring penguatan saham-saham emiten yang berada dalam kelompok usaha Barito.











