Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Menguat, IHSG Menguat, dan Fundamental Ekonomi RI Masih Solid

×

Nilai Tukar Rupiah Menguat, IHSG Menguat, dan Fundamental Ekonomi RI Masih Solid

Share this article
Nilai Tukar Rupiah Menguat, IHSG Menguat, dan Fundamental Ekonomi RI Masih Solid
Nilai Tukar Rupiah Menguat, IHSG Menguat, dan Fundamental Ekonomi RI Masih Solid

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Juli 2026 | Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan setelah beberapa hari terakhir terus melemah. Rupiah naik 67 poin ke level Rp18.061 per USD. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat tipis pada perdagangan saham sesi pertama, Jumat (10/7/2026), di tengah transaksi harian saham hanya Rp 4,7 triliun dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di 18.058.

Mengutip data RTI, IHSG sesi pertama ditutup menguat tipis 0,10% menjadi 5.918,47. Indeks saham LQ45 turun 0,03% menjadi 587,18. Sebanyak 405 saham menguat sehingga angkat IHSG. 208 saham melemah dan 171 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.264.644 kali dengan volume perdagangan 11,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,7 triliun.

📖 Baca juga:
Rupiah Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

Menko Airlangga Hartarto menilai fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat meski nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sejumlah indikator utama ekonomi masih menunjukkan kinerja yang terjaga. Pertumbuhan ekonomi kemarin masih baik di 5,61%. Neraca perdagangan year to date juga masih positif.

Ia menyebut, defisit neraca perdagangan yang terjadi dalam satu bulan terakhir lebih banyak dipengaruhi lonjakan harga impor bahan bakar minyak (BBM) di pasar global, bukan karena melemahnya daya saing ekspor Indonesia. Inflasi masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1%. Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah insentif untuk menjaga daya saing industri nasional.

📖 Baca juga:
Ekonomi Indonesia: Antara Tantangan dan Peluang

Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Posisi dolar AS berada di posisi 18.070. Di antara 11 sektor saham, sektor saham kesehatan turun 0,06%. Sementara itu, sektor saham basic menguat 0,95%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,54%. Sektor saham industri bertambah 0,28%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,17%.

Kesimpulan, nilai tukar rupiah mengalami penguatan setelah beberapa hari terakhir terus melemah. IHSG juga menguat tipis pada perdagangan saham sesi pertama. Fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat meski nilai tukar rupiah melemah. Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah insentif untuk menjaga daya saing industri nasional.

📖 Baca juga:
Menteri Keuangan dan Kesehatan: Antara Isu Pergantian dan Kebijakan Fiskal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *