Ekonomi

Menteri Keuangan dan Kesehatan: Antara Isu Pergantian dan Kebijakan Fiskal

×

Menteri Keuangan dan Kesehatan: Antara Isu Pergantian dan Kebijakan Fiskal

Share this article
Menteri Keuangan dan Kesehatan: Antara Isu Pergantian dan Kebijakan Fiskal
Menteri Keuangan dan Kesehatan: Antara Isu Pergantian dan Kebijakan Fiskal

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Juni 2026 | Belum lama ini, muncul isu tentang pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Berbagai nama disebut-sebut sebagai calon penggantinya, termasuk Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan mantan Menkeu Chatib Basri. Namun, Budi Gunadi menegaskan bahwa saat ini dia masih menjabat sebagai Menkes.

"Sekarang masih jadi Menkes," ujar Budi Gunadi usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Budi enggan menanggapi lebih jauh isu pergantian Menkeu dan menegaskan bahwa dia saat ini masih fokus pada tugasnya sebagai Menkes.

📖 Baca juga:
Purbaya Lantik Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu, Tekankan Kedisiplinan Fiskal di Tengah Gejolak Global

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa juga membantah isu bahwa dia akan digantikan. Purbaya menyatakan bahwa dia saat ini masih menjalankan tugasnya sebagai Menkeu dan tidak ada rencana untuk mengundurkan diri.

Di lain pihak, Chatib Basri membantah isu bahwa dia akan menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. "Nggak ada. Masa, ini kita bahas soal ekonomi kok," kata Chatib usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan.

📖 Baca juga:
Respons Tegas Malaysia Tolak Usul Purbaya: Pungutan Selat Malaka Tak Bisa Sepihak!

Masih terkait dengan kebijakan fiskal, Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan delapan program yang menjadi fokus kebijakan fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2027. Kedelapan program tersebut mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan refocusing agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat.

📖 Baca juga:
Purbaya Tegaskan: Saldo Anggaran Lebih Rp420 Triliun Masih Utuh, Klaim Rp120 Triliun Hanya Hoaks

Dalam mengelola belanja negara, pemerintah mendorong efektivitas subsidi dan perlindungan sosial dalam melindungi daya beli dan pengentasan kemiskinan. Pemerintah juga mendorong bantuan sosial yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan serta berbasis penerima manfaat langsung dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kesimpulan dari seluruh pemberitaan ini adalah bahwa pemerintah saat ini sedang fokus pada kebijakan fiskal dan pengelolaan anggaran negara. Isu pergantian Menkeu masih belum jelas, namun yang jelas adalah bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *