Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Mei 2026 | Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengumumkan bahwa Kementerian ESDM telah menerima anggaran tambahan sebesar Rp14 triliun dari Kementerian Keuangan untuk tahun 2026. Anggaran ini akan dialokasikan untuk proyek-proyek strategis seperti listrik desa, pipa transmisi gas bumi, dan jaringan gas kota.
Menurut Erani, program listrik desa merupakan salah satu yang paling penting karena harus selesai pada tahun 2029. Selain itu, Kementerian ESDM juga berencana untuk meningkatkan rasio elektrifikasi melalui pembangunan listrik desa. Pada September 2025, Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyetujui usulan pagu definitif Kementerian ESDM sebesar Rp21,67 triliun untuk Tahun Anggaran 2026.
Di samping itu, Kementerian ESDM juga mencatat bahwa produksi batu bara periode Januari hingga April 2026 mencapai 229 juta ton. Dari jumlah tersebut, 84 juta ton dialokasikan untuk pemenuhan pasar domestik, sementara sisanya diekspor. Namun, kinerja sektor pertambangan terkoreksi sekitar 2,14% secara tahunan pada kuartal I/2026.
Kementerian ESDM juga berencana untuk mengevaluasi kebijakan pertambangan ke depan, termasuk kebijakan kenaikan tarif royalti mineral. Evaluasi ini dilakukan setelah munculnya protes dari Kamar Dagang China terkait kebijakan pertambangan dan hilirisasi mineral di Indonesia.
Menurut Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno, evaluasi akan dilakukan untuk menentukan kebijakan yang tepat untuk sektor pertambangan dan hilirisasi. Namun, belum jelas kapan evaluasi tersebut akan selesai.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kementerian ESDM telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kinerja sektor pertambangan, termasuk dengan menambah anggaran untuk proyek-proyek strategis. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut.











