Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka melemah 0,03 poin atau 0,00 persen ke posisi 6.599,21. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09 persen ke posisi 650,49.
Menurut Jeffrey Hendrik, Acting President Director Indonesia Stock Exchange (IDX), IHSG masih rentan terhadap volatilitas yang disebabkan oleh faktor domestik dan eksternal. Hendrik juga menyarankan investor untuk tidak panik dan melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada hari Kamis, IHSG ditutup melemah 144,42 poin atau 2,03 persen ke posisi 6.956,80. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya tensi geopolitik yang mempengaruhi harga minyak dan potensi kenaikan suku bunga.
Sementara itu, di luar dunia saham, terjadi beberapa kejadian yang cukup menarik. Polisi menangkap dua pelaku perampokan lansia penumpang travel di Bungo, Jambi. Pelaku melakukan aksinya dengan menyekik korban dan memaksa menyerahkan uang, perhiasan emas, serta kartu ATM berikut PIN miliknya.
Di bidang bisnis, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) melakukan akuisisi dua perusahaan Singapura senilai Rp 1,76 triliun. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SMKM dalam bidang infrastruktur akuakultur dan ekosistem terintegrasi.
Terakhir, KPK melakukan penggeledahan rumah pengusaha Citra Margaretha di Pacitan dalam kasus Bupati Sugiri Sancoko. Citra Margaretha mengaku meminjamkan uang sebagai modal Pilkada kepada Sugiri Sancoko melalui perantara adik kandungnya, Eli Widodo.
Kesimpulan, IHSG masih mengalami volatilitas yang cukup tinggi akibat faktor domestik dan eksternal. Investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi. Sementara itu, kejadian-kejadian di luar dunia saham seperti penangkapan pelaku perampokan, akuisisi bisnis, dan penggeledahan rumah pengusaha menjadi bukti bahwa dunia bisnis dan hukum masih sangat dinamis.









