Ekonomi

Rupiah Tembus 17.425 per Dolar: Prabowo Desak Purbaya & Gubernur BI Bertindak Cepat

×

Rupiah Tembus 17.425 per Dolar: Prabowo Desak Purbaya & Gubernur BI Bertindak Cepat

Share this article
Rupiah Tembus 17.425 per Dolar: Prabowo Desak Purbaya & Gubernur BI Bertindak Cepat
Rupiah Tembus 17.425 per Dolar: Prabowo Desak Purbaya & Gubernur BI Bertindak Cepat

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | Rupiah Indonesia kembali menembus level kritis 17.425 per dolar AS pada sesi perdagangan pagi ini, menandai pelemahan nilai tukar yang paling tajam dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan tajam ini menimbulkan kegelisahan di kalangan pelaku pasar, pemerintah, dan lembaga keuangan utama.

Angka 17.425 muncul di tengah tekanan eksternal berupa penguatan dolar global serta aliran modal keluar yang dipicu oleh ketidakpastian kebijakan moneter di negara-negara maju. Di dalam negeri, data inflasi yang masih berada di atas target serta defisit neraca berjalan yang melebar menambah beban bagi kurs rupiah.

📖 Baca juga:
Uang Mengalir: Strategi Pemerintah Perkuat Rupiah dan Sorotan Kasus Korupsi Besar

Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kuat. Mereka menekankan bahwa jika kebijakan fiskal dan struktural tetap konsisten, perbaikan nilai tukar tidaklah terlalu sulit. Namun, pernyataan tersebut tidak menghilangkan panggilan aksi dari kalangan politik.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungan kerja ke Kementerian Keuangan, secara terbuka meminta Menteri Keuangan Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk berkoordinasi lebih intensif. Prabowo menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dalam menstabilkan nilai tukar, serta mengingatkan bahwa fluktuasi berlebih dapat menekan daya beli masyarakat dan menurunkan kepercayaan investor.

Berikut ini ringkasan data nilai tukar USD/IDR dalam dua minggu terakhir:

📖 Baca juga:
Prabowo Gencarkan Reformasi Energi: Kunci Kedaulatan Ekonomi Nasional
Tanggal Kurs (IDR per USD)
1 Mei 2026 17.200
5 Mei 2026 17.340
10 Mei 2026 17.410
15 Mei 2026 17.425

Data menunjukkan tren penguatan dolar yang konsisten, dengan puncak terbaru di 17.425. Analis pasar menilai bahwa faktor eksternal—seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve yang agresif—memperparah tekanan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Bank Indonesia, melalui pernyataan resmi Gubernurnya, menyatakan kesiapan menggunakan instrumen kebijakan moneter untuk menahan laju depresiasi. Pilihan yang mungkin meliputi intervensi di pasar valuta asing, penyesuaian suku bunga acuan, atau penggunaan cadangan devisa. Gubernur BI juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menjaga kestabilan nilai tukar sambil tetap memperhatikan pertumbuhan ekonomi.

  • Langkah fiskal: Pengendalian defisit anggaran, peningkatan penerimaan pajak, dan penataan belanja publik.
  • Langkah moneter: Penyesuaian suku bunga, intervensi pasar, dan penguatan cadangan devisa.

Para pelaku usaha mengingatkan bahwa fluktuasi kurs yang signifikan dapat mengganggu perencanaan investasi, khususnya di sektor impor bahan baku. Sektor manufaktur, yang sangat bergantung pada input impor, berpotensi mengalami tekanan margin jika nilai tukar tidak segera stabil.

📖 Baca juga:
Rupiah Terpuruk di Rekor Terendah: Apa Penyebabnya dan Prospek Masa Depan?

Di sisi lain, eksportir menyambut baik pelemahan rupiah karena dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Namun, mereka menekankan bahwa volatilitas tinggi tetap menjadi risiko yang harus dikelola.

Secara keseluruhan, situasi ini menuntut kebijakan yang terkoordinasi antara kementerian dan bank sentral. Prabowo mengharapkan keputusan cepat dan terukur, sementara Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi melalui reformasi struktural, peningkatan produktivitas, dan diversifikasi ekspor.

Jika sinergi kebijakan berhasil, para pengamat optimis bahwa rupiah dapat kembali menguat ke level di bawah 17.200 dalam beberapa bulan ke depan. Namun, bila tekanan eksternal tetap berlanjut, nilai tukar mungkin akan terus mengalami fluktuasi signifikan, menuntut respons kebijakan yang lebih dinamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *