Ekonomi

Prabowo Panggil Kepala PPATK dan Menteri Keuangan, Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan Nasional

×

Prabowo Panggil Kepala PPATK dan Menteri Keuangan, Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan Nasional

Share this article
Prabowo Panggil Kepala PPATK dan Menteri Keuangan, Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan Nasional
Prabowo Panggil Kepala PPATK dan Menteri Keuangan, Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan Nasional

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Selasa sore (5/5/2026) menggelar pertemuan penting di Istana Negara, Jakarta, dengan mengundang sejumlah pejabat tinggi bidang ekonomi serta otoritas pengawas keuangan. Agenda utama pertemuan adalah melakukan evaluasi transaksi keuangan yang dinilai rawan penyalahgunaan, sekaligus membahas langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Daftar hadir mencakup Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan era Soeharto dan kini Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo turut hadir. Tidak ketinggalan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fauzi, serta Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution ikut berpartisipasi.

📖 Baca juga:
Kompak Turun! Harga Emas Pegadaian Antam Tetap, UBS Naik, Galeri24 Turun pada Kamis (23/4)

Pertemuan tersebut menyoroti meningkatnya kekhawatiran atas aliran dana yang mencurigakan, terutama yang melibatkan transaksi lintas batas dan aset kripto. Kepala Pusat Pengawasan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang juga diundang, memberikan paparan detail mengenai pola transaksi yang terdeteksi oleh sistem monitoring terbaru. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan, otoritas pajak, dan aparat penegak hukum untuk menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan finansial.

Dalam sesi tanya jawab, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa kebijakan moneter dan fiskal tetap menjadi prioritas utama, namun ia menyerahkan urusan teknis perbaikan nilai tukar kepada Bank Indonesia. “KSSK datang. Yang penting saya gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, tidak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar, tapi itu bukan kerjaan saya. Kerjaan bank sentral nanti dia yang jelaskan bagaimana cara memperbaikinya,” ujar Purbaya.

📖 Baca juga:
IHSG Turun 0,48% ke 7.072,39: Tekanan Big Caps dan Geopolitik Guncang Bursa Indonesia

Presiden Prabowo menambahkan bahwa evaluasi transaksi keuangan bukan sekadar tindakan reaktif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kepercayaan investor. Ia menekankan perlunya transparansi dalam laporan keuangan perusahaan publik dan memperkuat regulasi anti pencucian uang (AML). “Kita harus pastikan setiap aliran dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga ekonomi kita tidak terganggu oleh praktik ilegal,” tegas Prabowo.

  • Kepala PPATK – Penyaji data pola transaksi mencurigakan
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa – Penanggung jawab kebijakan fiskal
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto – Pengarah kebijakan makroekonomi
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo – Penjaga stabilitas nilai tukar
  • Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi – Pengawas pasar modal

Selain membahas risiko keuangan, pertemuan juga mengevaluasi dampak kebijakan yang telah diterapkan sejak awal masa pemerintahan Prabowo. Beberapa indikator ekonomi menunjukkan perbaikan, namun nilai tukar rupiah masih berada di zona tekanan. Analisis bersama menunjukkan bahwa kebijakan suku bunga yang moderat serta stimulus fiskal yang terarah dapat membantu meredam volatilitas pasar.

📖 Baca juga:
Emas Antam Tembus Rp3 Juta! UBS & Galeri24 Ikut Meningkat di Pegadaian

Dalam penutup, Presiden menugaskan tim lintas lembaga untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang akan diserahkan kepada Dewan Presiden dalam dua minggu ke depan. Rekomendasi tersebut diharapkan mencakup penguatan kerangka regulasi AML, peningkatan kapasitas teknologi monitoring transaksi, serta koordinasi yang lebih erat antara PPATK, OJK, dan LPS.

Langkah ini menandai upaya pemerintah untuk menegakkan integritas sistem keuangan Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global. Dengan fokus pada evaluasi transaksi keuangan, diharapkan Indonesia dapat menciptakan iklim investasi yang lebih aman dan menarik bagi pelaku domestik maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *