OLAHRAGA

Dugaan Tuduhan Rasisme di Laga Bhayangkara vs Persib: Marc Klok Bantah, Doumbia Tegas

×

Dugaan Tuduhan Rasisme di Laga Bhayangkara vs Persib: Marc Klok Bantah, Doumbia Tegas

Share this article
Dugaan Tuduhan Rasisme di Laga Bhayangkara vs Persib: Marc Klok Bantah, Doumbia Tegas
Dugaan Tuduhan Rasisme di Laga Bhayangkara vs Persib: Marc Klok Bantah, Doumbia Tegas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | Pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, laga antara Bhayangkara FC dan Persib Bandung yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, menjadi sorotan nasional setelah muncul tuduhan rasisme yang melibatkan kapten Persib, Marc Klok, dan penyerang Bhayangkara, Henri Doumbia.

Menurut kronologi yang disampaikan oleh Bhayangkara FC, insiden terjadi pada babak pertama. Doumbia mengaku mendengar ucapan yang dianggapnya tidak pantas dari Klok. Ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada staf teknis klub, Wahyu Subo Seto, yang selanjutnya meminta klarifikasi langsung kepada pemain Persib. Pada saat itu, percakapan singkat antara keduanya terekam dan menyebar di media sosial.

📖 Baca juga:
Drama Grup B dan Pertarungan Penentu Indonesia vs Vietnam di AFF U17 2026: Semua yang Perlu Anda Tahu

Marc Klok menanggapi laporan tersebut dengan tegas. Dalam pernyataannya, Klok membantah telah mengeluarkan kata-kata rasis. Ia menjelaskan bahwa yang diucapkannya kepada Doumbia hanyalah perintah “Give me the ball back.” Klok menambahkan bahwa ia sempat berbicara dengan Doumbia, dan pemain Bhayangkara kemudian meminta maaf setelah mengira ia menyebut kata “black”.

Henri Doumbia tidak mengubah pendiriannya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 5 Mei 2026, ia menegaskan keyakinannya atas apa yang didengar di lapangan. “Selama pertandingan, saya mendengar sebuah komentar yang saya anggap tidak pantas. Saya melaporkannya dengan itikad baik, sebagai bagian dari tanggung jawab saya sebagai pemain profesional,” tulis Doumbia. Ia menambahkan bahwa laporan tersebut dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan bahwa ia tidak akan mengangkat isu serius seperti ini tanpa alasan yang jelas.

Klub Bhayangkara FC juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan dukungan mereka kepada Doumbia. Klub menyatakan bahwa pemain telah mengikuti jalur pelaporan yang tepat, dan proses investigasi akan dilanjutkan sesuai regulasi PSSI. Sementara itu, Persib Bandung belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan tersebut, namun beberapa pelatih dan tokoh klub menekankan pentingnya menjaga sportivitas di lapangan.

📖 Baca juga:
Florian Wirtz Gagal Bersinar di Old Trafford: Kritik Mantan Liverpool dan Solusi Taktik Baru

Berbagai pihak lain turut memberikan komentar. Bojan Hodak, mantan pelatih Bhayangkara, menilai bahwa insiden ini mencerminkan pentingnya edukasi anti‑rasisme dalam sepak bola Indonesia. Di sisi lain, beberapa pengamat menilai bahwa video yang beredar masih belum memberikan bukti konklusif mengenai kata-kata yang diucapkan.

Insiden ini menjadi yang pertama dalam karier Henri Doumbia, yang sebelumnya telah bermain di liga Thailand, Malaysia, dan sejumlah negara Afrika Barat. Doumbia menekankan bahwa selama kariernya, ia selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas, rasa hormat, dan integritas. Ia juga menyatakan rasa hormatnya kepada Persib Bandung dan Marc Klok, serta menegaskan bahwa ia tidak berniat memperkeruh situasi.

Berikut rangkuman poin-poin penting dari kejadian:

📖 Baca juga:
Auckland FC Siap Guncang Melbourne City di Final Eliminasi A-League
  • 30 April 2026 – Laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung di Sumpah Pemuda.
  • Henri Doumbia melaporkan dugaan komentar rasis yang didengarnya dari Marc Klok.
  • Wahyu Subo Seto, staf Bhayangkara, meminta klarifikasi langsung kepada Klok.
  • Marc Klok membantah, menyatakan bahwa yang diucapkannya adalah “Give me the ball back”.
  • Doumbia mempertegas pendiriannya lewat Instagram, menekankan itikad baik dan prosedur yang diikuti.
  • Bhayangkara FC mendukung Doumbia dan akan melanjutkan investigasi.

Kasus ini menambah daftar insiden sensitif yang menguji kebijakan anti‑rasisme dalam kompetisi domestik. PSSI telah menegaskan bahwa setiap laporan akan diproses secara transparan dan adil, dengan harapan dapat menegakkan nilai-nilai sportivitas serta menciptakan lingkungan kompetisi yang bebas dari diskriminasi.

Sejauh ini, proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada keputusan disipliner resmi. Semua pihak menunggu hasil akhir yang diharapkan dapat memberikan kejelasan serta menjadi pelajaran bagi seluruh pemain, pelatih, dan penggemar sepak bola Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *