Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Pada Selasa, 19 Mei 2026, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.655,00 per dolar AS. Angka ini berada jauh dari target nilai tukar rupiah yang dipatok Rp 16.500 per dolar AS.
Pelemahan nilai tukar rupiah ini dapat membuat kebutuhan pokok meningkat. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku impor dalam rupiah. Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Rijadh Djatu Winardi, menyebut jika pelemahan nilai rupiah dapat membuat kebutuhan pokok meningkat.
Bukan hanya itu, biaya untuk transportasi hingga kesehatan juga akan terdampak peningkatan. Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk kebutuhan pokok yang meningkat, biaya transportasi yang naik, hingga harga produk kesehatan yang ikut terdampak.
Pelemahan nilai rupiah juga memberi tekanan besar terhadap sejumlah pos dalam anggaran negara, terutama yang berhubungan dengan belanja-belanja yang sensitif dengan pergerakan kurs, di mana salah satu pos yang terpengaruh adalah subsidi energi.
Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Sulistyono, menilai bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan warning serius bagi perekonomian nasional. Ia menegaskan bahwa dampak kenaikan dolar tetap dirasakan rakyat desa meski tidak bertransaksi langsung menggunakan mata uang asing.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali stabil. Namun, Perry tidak dapat memastikan kapan rupiah akan bergerak stabil.
Dalam beberapa waktu ke depan, nilai tukar rupiah tetap mengalami penurunan. Hal ini dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap rupiah.
Kesimpulan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap rupiah.









