Politik

Anies Baswedan: Dari Dewan Penasihat Kota Riyadh Hingga Tantangan AI di Era Modern

×

Anies Baswedan: Dari Dewan Penasihat Kota Riyadh Hingga Tantangan AI di Era Modern

Share this article
Anies Baswedan: Dari Dewan Penasihat Kota Riyadh Hingga Tantangan AI di Era Modern
Anies Baswedan: Dari Dewan Penasihat Kota Riyadh Hingga Tantangan AI di Era Modern

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Mei 2026 | Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, baru-baru ini ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh di Arab Saudi. Dalam kapasitas ini, Anies hadir dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF) untuk membahas pengembangan kota global yang lebih kompetitif. Ia mengaku berada di Riyadh selama tiga hari untuk mengikuti berbagai agenda diskusi terkait pengembangan kota modern dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Anies hadir bersama tim dari Karsa Citylab. Mereka berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai pembangunan kota yang nyaman dihuni, ramah masyarakat, dan mampu bersaing di tingkat global. Menurut Anies, salah satu hal yang paling menarik dalam forum itu adalah ketertarikan Riyadh untuk mempelajari pengalaman kota-kota besar dunia, termasuk Jakarta.

📖 Baca juga:
DPR RI Resmi Sahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Langkah Besar bagi Jutaan PRT

Anies juga menyebut transformasi transportasi publik terintegrasi di Jakarta menjadi salah satu perhatian utama dalam diskusi tersebut. Bahkan, Jakarta kini mulai dipandang sebagai salah satu referensi pengembangan kota modern. “Senang dan terhormat bahwa Riyadh bersemangat belajar dari kota-kota dunia, dengan Jakarta sebagai salah satu tolok ukur yang dianggap sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi,” ungkap Anies.

Di sisi lain, Anies Baswedan juga membahas dampak AI pada remaja dalam konferensi nasional The Cornerstone. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membekali anak dengan literasi penggunaan teknologi yang bijak. Pelajar Matahati Sabri menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai alat bantu harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis secara mandiri.

📖 Baca juga:
Ganjar Pranowo Tekankan Hukuman Berat untuk Politik Uang: Diskualifikasi hingga Penjara

Anies menilai bahwa AI memang mampu meningkatkan kapasitas intelektual manusia secara signifikan, tapi tidak bisa menggantikan fungsi pendidikan karakter yang menjadi tugas utama guru. Ia juga mengaku bahwa tantangan terbesar di era AI tidak hanya berada pada anak, tetapi juga pada orang tua dan guru yang harus terus belajar agar mampu mendampingi perkembangan teknologi.

Kesimpulan dari berbagai peran dan pandangan Anies Baswedan menunjukkan bahwa ia terus berkontribusi dalam berbagai isu nasional dan internasional, baik dalam konteks pengembangan kota maupun pendidikan di era modern.

📖 Baca juga:
Habib Aboe Buntut Pernyataan ‘Ulama dan Narkoba’ Tangis di MKD, Minta Maaf Publik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *