Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan perdagangan Selasa, (19/5). Indeks saham berbalik signifikan setelah menguat tipis pada pembukaan perdagangan pagi tadi. Berdasarkan data perdagangan, IHSG pada penutupan perdagangan hari ini melemah 3,46% ke level 6.370,67.
IHSG sebelumnya sempat menguat pada level 6.635,12 di awal perdagangan. Hingga penutupan perdagangan hari ini, tercatat volume perdagangan sebanyak 45,97 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 25,59 triliun. Tercatat frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 2.804.524 kali.
Sebanyak 612 saham melemah, 112 saham menguat, dan 94 saham bergerak stagnan. Jika ditarik sepanjang perdagangan 2026, IHSG tercatat melemah hingga 26,32%. Terdapat sejumlah saham konglomerat yang ikut terkoreksi hingga Auto Reject Bawah (ARB) di penutupan perdagangan hari ini.
Milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk melemah 14,75% ke harga Rp 3.120 per saham. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk juga melemah 13,33% ke harga Rp 650 per saham. Sementara PT Petrosea Tbk melemah sebesar 10,93% ke harga Rp 4.320 per saham.
Kemudian saham milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk melemah 14,77% ke harga Rp 750 per saham. Selanjutnya saham sawit milik Theodore Permadi (TP) Rachmat, PT Triputra Agro Persada Tbk melemah hingga 14,97% ke harga Rp 1.590 per saham.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG terus mengalami tekanan. Syailendra Capital menilai koreksi IHSG yang terjadi didorong sentimen global dan domestik. Pemulihan IHSG tergantung dari tiga hal, salah satunya rupiah.
Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham ANTM, BREN, AMMN, ADRO dan DSSA. Beberapa analis memprediksi IHSG akan menguat pada perdagangan saham, Selasa (19/5/2026) setelah lima hari tertekan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas pasar keuangan sangat dipengaruhi oleh kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah. IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5) sore, ditutup melemah 228,56 poin atau 3,46 persen ke posisi 6.370,68 dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap rumor pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis oleh pemerintah.
IHSG masih melanjutkan tekanan sehingga meninggalkan posisi 6.400. Seiring koreksi IHSG yang masih terjadi, Syailendra Capital menilai pemulihan tergantung dari tiga hal, salah satunya rupiah. Mengutip data RTI, IHSG hari ini, 19 Mei 2026 ditutup merosot 3,46% menjadi 6.370,67. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,5% menjadi 634,82.
Kesimpulan, IHSG masih mengalami tekanan dan pemulihan tergantung dari beberapa faktor, termasuk rupiah. Saham-saham konglomerat juga terkoreksi hingga Auto Reject Bawah (ARB) di penutupan perdagangan hari ini. Investasi di pasar saham harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar.









