Ekonomi

Harga BBM Pertamina Naik, Apa Dampaknya pada Perekonomian Masyarakat?

×

Harga BBM Pertamina Naik, Apa Dampaknya pada Perekonomian Masyarakat?

Share this article
Harga BBM Pertamina Naik, Apa Dampaknya pada Perekonomian Masyarakat?
Harga BBM Pertamina Naik, Apa Dampaknya pada Perekonomian Masyarakat?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi PT Pertamina (Persero) telah dinaikkan sejak Rabu (10/6/2026). Harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara, Pertamax Green 95 (RON 95) dijual Rp17.000 per liter, melesat dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Kenaikan harga BBM ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk industri dan masyarakat. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai rencana penurunan harga BBM non-subsidi bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama kelas menengah.

📖 Baca juga:
Ekonomi Indonesia Dinilai Masih Kuat, Berikut Analisis dan Proyeksi ke Depan

Di sisi lain, kasus penyelewengan BBM subsidi di SPBU Gajah Mada Medan telah dikuak Polisi. Polrestabes Medan mengungkapkan ada tindakan pengoplosan BBM bersubsidi jenis Bio Solar. Para pelaku, mulai dari petugas pengisi BBM, supervisor SPBU, hingga sopir truk tangki BBM, telah ditangkap.

Harga BBM non-subsidi lainnya, seperti BP 92 dan BP Ultimate, juga mengalami kenaikan. Sementara itu, harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tetap tidak mengalami perubahan.

📖 Baca juga:
Dollar ke Idr: Mengenal Peran No Surprises Act dalam Mengatur Biaya Medis

Pemerintah terus melakukan berbagai langkah mitigasi agar pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak semakin meluas di sektor industri. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengatakan pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap berbagai kasus yang terjadi di lapangan karena tidak seluruhnya merupakan PHK baru.

Dalam beberapa minggu terakhir, harga minyak mentah dunia telah menurun, sehingga diharapkan harga BBM non-subsidi juga akan menurun. Hal ini diharapkan dapat membantu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat konsumen di Indonesia, terutama kaitannya dengan penurunan kelas menengah.

📖 Baca juga:
CEO Strategy Ungkap Kondisi Penjualan BTC dan Dampaknya pada Pasar

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan juga ikut menyampaikan masukan strategis kepada jajaran direksi agar segera mempersiapkan eksekusi penurunan harga BBM non-subsidi secara bertahap mulai awal bulan Juli 2026.

Dengan demikian, diharapkan harga BBM non-subsidi dapat kembali stabil dan tidak memberikan dampak negatif pada perekonomian masyarakat. Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) harus terus melakukan upaya untuk menjaga kestabilan harga BBM dan membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *