Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Agustus 2026 | Tradisi tolak bala merupakan salah satu bentuk ekspresi keagamaan dan kebudayaan yang masih dipraktekan di Indonesia. Berbagai daerah memiliki tradisi unik dalam melaksanakan upacara tolak bala, seperti Mandi Safar di Malinau, Kalimantan Utara, dan Meujeulateh di Aceh Barat.
Salah satu contoh tradisi tolak bala adalah ritual Bejiu Safar yang dilaksanakan oleh Suku Tidung di Nunukan, Kalimantan Utara. Ritual ini dilakukan dengan menyiramkan air suci kepada peserta dan membacakan doa-doa khusus untuk memohon perlindungan dari Allah SWT.
Tradisi tolak bala juga dilaksanakan dalam bentuk salat sunah, seperti Salat Rebo Wekasan yang dilakukan pada Rabu terakhir bulan Safar. Salat ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dari berbagai marabahaya dan musibah.
Di samping itu, tradisi tolak bala juga dilaksanakan dalam bentuk zikir dan nazam Isim Ya Latif, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Woyla di Aceh Barat. Zikir dan nazam ini dilantunkan sebagai bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar masyarakat dijauhkan dari berbagai bala dan musibah.
Dalam melaksanakan tradisi tolak bala, masyarakat juga menggunakan berbagai benda sakral, seperti pucuk kelapa muda yang diukir dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Benda-benda sakral ini dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang dapat melindungi masyarakat dari berbagai bahaya.
Tradisi tolak bala merupakan sebuah upaya menjaga keselamatan dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan melaksanakan tradisi ini, masyarakat dapat memperkuat ikatan sosial dan memperoleh rasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan, tradisi tolak bala merupakan sebuah bentuk ekspresi keagamaan dan kebudayaan yang masih dipraktekan di Indonesia. Dengan melaksanakan tradisi ini, masyarakat dapat memperoleh perlindungan dari Allah SWT dan menjaga keselamatan dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.









