Politik

Yusril Ihza Mahendra: Indonesia Harus Mandiri Secara Ekonomi dan Memperkuat Stabilitas Negara

×

Yusril Ihza Mahendra: Indonesia Harus Mandiri Secara Ekonomi dan Memperkuat Stabilitas Negara

Share this article
Yusril Ihza Mahendra: Indonesia Harus Mandiri Secara Ekonomi dan Memperkuat Stabilitas Negara
Yusril Ihza Mahendra: Indonesia Harus Mandiri Secara Ekonomi dan Memperkuat Stabilitas Negara

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Mei 2026 | Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa Indonesia harus mandiri secara ekonomi dan memperkuat stabilitas negara. Hal ini disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Negeri Surabaya, Selasa (19/5/2026). Yusril menilai bahwa kritik dari media asing terhadap kebijakan fiskal dan program strategis pemerintah Indonesia memiliki agenda tersirat untuk melemahkan posisi tawar ekonomi Indonesia di kancah global.

Yusril juga mengingatkan pentingnya militer kuat di tengah ancaman global. Ia mencontohkan pembangunan kekuatan militer besar pada masa Presiden Soekarno, yang membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan militer yang disegani di Asia. Menurutnya, pembangunan militer penting agar Indonesia tidak mudah ditekan negara lain.

📖 Baca juga:
Pasar Saham Indonesia Mengalami Koreksi Terdalam di Dunia

Di sisi lain, Yusril juga membahas masalah GIG Economy dan perlindungan data pribadi di tengah perkembangan teknologi. Ia menegaskan bahwa hukum nasional tidak dapat lagi hanya bergantung pada kategori lama dalam melihat persoalan ketenagakerjaan dan ekonomi digital. Negara harus hadir memastikan inovasi teknologi tetap berjalan seimbang dengan perlindungan hak warga negara dan kepastian hukum.

Menko Kumham Imipas juga membeberkan kesulitan dalam membebaskan WNI yang disandera tentara Israel. Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat prihatin dan menyesalkan tindakan tentara Israel terhadap para WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu korban konflik di Gaza.

📖 Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi 2026: Indonesia Catat 5,61% di Kuartal I, Lampaui G20 dan Hadapi Tantangan Baru

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa reformasi di era pemerintahannya tetap menjaga demokrasi dan memperkuat stabilitas negara. Ia mencontohkan bahwa ruang kritik terhadap pemerintah masih terbuka lebar, dan bahwa kebebasan pers tetap terjaga.

Kesimpulan dari berbagai pernyataan Yusril Ihza Mahendra dan Presiden Prabowo Subianto adalah bahwa Indonesia harus mandiri secara ekonomi, memperkuat stabilitas negara, dan menjaga demokrasi. Hal ini penting agar Indonesia dapat tetap berdiri tegak di tengah ancaman global dan perkembangan teknologi yang cepat.

📖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Naik, Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *