Politik

Suhartina Bohari Mundur, Bahlil Singgung Kader Golkar yang Ingin Hijrah

×

Suhartina Bohari Mundur, Bahlil Singgung Kader Golkar yang Ingin Hijrah

Share this article
Suhartina Bohari Mundur, Bahlil Singgung Kader Golkar yang Ingin Hijrah
Suhartina Bohari Mundur, Bahlil Singgung Kader Golkar yang Ingin Hijrah

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Juli 2026 | Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung kader Golkar Sulawesi Selatan yang ingin hijrah ke partai lain usai Musda. Dia menegaskan Golkar merupakan partai yang inklusif dan mempersilakan kader untuk pindah partai.

Hal ini disampaikan Bahlil saat membuka Musda XI DPD I Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar. Menurutnya, dinamika kader keluar dan masuk partai merupakan hal yang biasa dalam perjalanan politik Golkar.

📖 Baca juga:
Dasco Sebut Pujian Presiden Prabowo untuk Megawati dan PDIP Ungkapan yang Tulus

Bahlil juga menjelaskan bahwa Golkar telah melalui sejumlah fase perjuangan, termasuk kader pentolan yang telah meninggalkan Golkar dan membuat partai baru. Namun, Golkar tidak pernah menaruh kebencian kepada kader yang hijrah.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Maros, Suhartina Bohari, mengundurkan diri sekaligus pamit dari partai. Keputusan tersebut disampaikan bersamaan dengan digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan.

Suhartina memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Maros nanti. Ia menyampaikan sikap tersebut diambil sebelum pelaksanaan Musda DPD I Golkar Sulawesi Selatan dan telah diketahui calon Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin.

📖 Baca juga:
PDIP Tekankan: Ambang Batas Parlemen Harus Dicapai lewat Kesepakatan Lintas Partai

Menurut Suhartina, masa jabatannya sebagai Ketua DPD II Golkar Maros semestinya telah berakhir pada Juni 2026 sehingga tidak ada mekanisme perpanjangan surat keputusan (SK). Karena itu, kepengurusan baru harus ditetapkan melalui Musda.

Suhartina menegaskan dirinya tidak akan maju sebagai calon ketua pada Musda Golkar Maros. Dia juga mengaku tidak memiliki calon yang akan didukung.

Kedua peristiwa ini menunjukkan dinamika internal partai Golkar yang terus berubah. Bahlil menegaskan bahwa Golkar akan selalu menerima kader yang ingin kembali bergabung, dan Suhartina memilih untuk mundur dari jabatannya.

📖 Baca juga:
DPR Tekan Reklamasi Pulau Serangan: Tuntutan Hentikan Sementara demi Selamatkan Ekosistem Bali

Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa Partai Golkar terus mengalami perubahan dan dinamika internal. Bahlil sebagai ketua umum partai menegaskan bahwa Golkar merupakan partai yang inklusif, sedangkan Suhartina Bohari memilih untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua DPD II Golkar Maros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *