Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Juli 2026 | Nanik S Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), telah memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Keputusan ini diambil karena alasan kesehatan, setelah Nanik didiagnosis mengalami penyumbatan pada jantung.
Sebelum mundur, Nanik sempat curhat kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, tentang keinginannya untuk mundur. Namun, Dasco tidak langsung mengiyakan keinginan Nanik.
Nanik juga membagikan kabar terbaru tentang dirinya setelah mundur dari jabatan Kepala BGN. Ia membagikan foto dirinya terbaring di kasur rumah sakit, dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, yang datang menjenguknya.
Meskipun sudah mundur, peran Nanik S Deyang di BGN belum berakhir. Presiden Prabowo Subianto masih meminta Nanik untuk membantu mengawasi BGN, meskipun ia sudah tidak menjabat sebagai Kepala BGN.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih meminta Nanik untuk membantu BGN, karena pengalaman Nanik dirasa masih bisa membantu lembaga tersebut.
Prasetyo juga menyatakan bahwa pemerintah masih melihat bentuk pengaturan yang paling sesuai untuk pembentukan Dewan Pengawas BGN. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mempermasalahkan apabila fungsi yang diinginkan sudah dapat dijalankan melalui struktur yang telah diatur dalam Perpres.
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto karena harus pamit demi kesehatannya. Ia mengaku telah membongkar sejumlah masalah, mencari solusi, dan memberikan warisan reformasi birokrasi di tubuh BGN dan tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kendati belum genap menjabat, Nanik mengaku telah membongkar sejumlah masalah, mencari solusi, dan memberikan warisan reformasi birokrasi di tubuh BGN dan tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden Prabowo Subianto didesak untuk membagi tugas pengawasan program MBG kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas program MBG.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akan membahas kelanjutan pemangkasan anggaran program MBG pekan depan, bersama Kepala BGN yang baru, Sudaryono.
Langkah efisiensi anggaran hingga puluhan triliun rupiah ini bergulir di tengah gelombang kritik terhadap tata kelola dan pengawasan program prioritas pemerintah tersebut.
Kesimpulan, Nanik S Deyang telah mundur dari jabatan Kepala BGN, namun perannya belum berakhir. Ia masih diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu mengawasi BGN, meskipun ia sudah tidak menjabat sebagai Kepala BGN.









