Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Juli 2026 | Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini memicu kontroversi setelah menyebut kelompok kritis, termasuk jurnalis, ekonom, pengamat, dan LSM, sebagai ‘londo ireng‘. Istilah ini merujuk pada pribumi yang dianggap berpihak kepada kolonial dan mengkhianati bangsanya sendiri pada masa penjajahan Belanda.
Anggota Dewan Pers, Abdul Manan, mengecam pernyataan Prabowo tersebut sebagai tuduhan yang berlebihan dan tidak memiliki dasar. Menurut Manan, pelabelan itu berpotensi menimbulkan anggapan bahwa pihak-pihak yang kerap mengkritik pemerintah dianggap tidak nasionalis dan bekerja untuk kepentingan asing.
Manan menegaskan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat, termasuk melalui media, merupakan bagian dari hak warga negara dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Ia juga menilai tudingan yang dilontarkan Presiden sama sekali tidak memiliki landasan yang kuat.
Prabowo sendiri menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Jakarta. Ia mempertanyakan sumber pendanaan sejumlah LSM dan pengamat yang kerap mengkritik pemerintah nasional.
Menurut Prabowo, Indonesia sebagai negara demokrasi tidak pernah anti terhadap kritik. Namun, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang dinilainya sengaja mengabdi pada kepentingan asing demi melemahkan bangsa sendiri.
Abdul Manan menyoroti bagaimana dalam pidatonya, Prabowo mengkritik media yang dianggap lebih gemar mengangkat hal-hal yang belum dikerjakan pemerintah ketimbang capaian yang sudah berhasil diraih. Manan menekankan bahwa Presiden hendaknya lebih positif dalam melihat dinamika dalam masyarakat, termasuk menanggapi kritik dari wartawan, media, pengamat, atau aktivis LSM.
Kritik yang disampaikan masyarakat, termasuk melalui media, merupakan bagian dari hak warga negara dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Oleh karena itu, kritik tersebut seharusnya dilihat sebagai masukan yang konstruktif untuk perbaikan kinerja pemerintah.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang ‘londo ireng’ telah memicu reaksi keras dari Dewan Pers dan masyarakat. Pernyataan tersebut dianggap sebagai tuduhan yang berlebihan dan tidak memiliki dasar. Oleh karena itu, Presiden diharapkan untuk lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan yang dapat mempengaruhi opini masyarakat.









