Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Mei 2026 | Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pertumbuhan ekonomi yang melampaui prediksi para ekonom ini berkat stimulus pemerintah.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa stimulus pemerintah berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga menyatakan bahwa Kementerian Keuangan bersama lembaga terkait berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi meski terjadi kontraksi sebesar 0,77 persen secara kuartalan.
Menkeu Purbaya juga membalas kritikan para ekonom soal kencangnya pertumbuhan ekonomi Indonesia karena belanja Pemerintah, khususnya stimulus. Ia menyatakan bahwa banyak ekonom yang salah prediksi bahwa ekonomi hancur, namun ketika prediksinya meleset, para ekonom mencari alasan lain.
Pertumbuhan ekonomi kencang bukan karena faktor musiman seperti Lebaran 2026, melainkan karena pemberian stimulus yang tepat. Menkeu Purbaya menilai bahwa pemberian stimulus adalah tugas Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi ini tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan sebesar Rp3.447,7 triliun.
Dalam menjalankan tugasnya, Menkeu Purbaya berupaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setinggi mungkin. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus memberikan dorongan ke ekonomi bersama-sama supaya ekonomi tumbuh lebih cepat.
Kesimpulan dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stimulus yang tepat. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.











