Kriminal

Kurir Siram Air Keras ke 7 Karyawan di Manonjaya, Motif Sakit Hati Pecah Rekor Kekerasan di Tasikmalaya

×

Kurir Siram Air Keras ke 7 Karyawan di Manonjaya, Motif Sakit Hati Pecah Rekor Kekerasan di Tasikmalaya

Share this article
Kurir Siram Air Keras ke 7 Karyawan di Manonjaya, Motif Sakit Hati Pecah Rekor Kekerasan di Tasikmalaya
Kurir Siram Air Keras ke 7 Karyawan di Manonjaya, Motif Sakit Hati Pecah Rekor Kekerasan di Tasikmalaya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | Manonjaya, Tasikmalaya – Sebuah insiden mengerikan mengguncang wilayah Manonjaya pada Senin malam, 4 Mei 2026, ketika seorang kurir ekspedisi berinisial D mendatangi konveksi pakaian olahraga di Jalan Ciakar, Kelurahan Gunajaya, dan menyiram air keras ke tujuh karyawan secara membabi buta. Aksi brutal ini menimbulkan luka bakar serius pada delapan korban, enam di antaranya harus dirujuk ke RSUD dr. Soekarno, sementara dua lainnya pulang setelah perawatan singkat di puskesmas.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra, pelaku merasa tersinggung setelah mendapat teguran dari atasannya. Teguran tersebut muncul setelah pemilik konveksi melaporkan bahwa paket-paket kiriman tidak diambil secara lengkap oleh kurir, mengakibatkan keluhan pelanggan. Dalam percakapan dengan media, Herman menjelaskan bahwa pelaku membeli dua botol air keras secara daring pada 28 April, barang tersebut tiba pada 30 April, dan kemudian disimpan hingga malam kejadian.

📖 Baca juga:
Andrie Yunus Tolak Bersaksi, Sidang Kedua di Pengadilan Militer Dibayangi Kontroversi Hukum

Pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB dengan mengenakan jas hujan dan helm, menandakan persiapan matang. Tanpa peringatan, ia membuka botol dan menyiramkan cairan kimia berbahaya ke tubuh korban, yang langsung merasakan sensasi terbakar, melepuh, dan rasa perih yang luar biasa. Beberapa korban melaporkan kulit mereka berubah warna menjadi hitam pekat, menandakan tingkat keparahan luka bakar derajat pertama hingga kedua.

Berikut adalah ringkasan kondisi korban:

  • Enam pekerja dirujuk ke RSUD dr. Soekarno untuk perawatan intensif.
  • Dua pekerja pulang setelah perawatan di puskesmas setempat.
  • Semuanya mengalami luka bakar pada punggung, leher, dan bagian tubuh lainnya.

Polisi segera mengamankan pelaku setelah aksi selesai. Diketahui bahwa pelaku belum dipecat secara resmi dari perusahaan ekspedisi; ia hanya menerima teguran. Namun, akibat tindakan kekerasan ini, pihak perusahaan dan kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara tegas.

📖 Baca juga:
Polisi Temukan Korban dan Tersangka Penculikan di Sumedang serta Tasikmalaya, Motif Masih Diselidiki

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan pekerja sektor logistik dan manufaktur. Banyak yang menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara perusahaan ekspedisi dan klien serta perlunya prosedur penanganan keluhan yang lebih manusiawi. Menurut saksi mata, suasana di konveksi menjadi tegang sejak pagi, ketika manajer konveksi menanyakan status pengambilan paket. Ketegangan tersebut memicu rasa sakit hati pada kurir, yang kemudian memutuskan untuk melampiaskan kemarahannya dengan cara yang berbahaya.

Selain menimbulkan dampak fisik, insiden ini juga menimbulkan trauma psikologis pada para korban dan saksi. Sejumlah pekerja melaporkan rasa cemas berlebih ketika harus berinteraksi dengan kurir lain di masa mendatang. Pihak manajemen konveksi berjanji akan menyediakan konseling psikologis bagi korban dan memperkuat prosedur keamanan di tempat kerja.

Kasus ini juga menyoroti peran penting regulasi keselamatan kerja. Air keras termasuk bahan kimia berbahaya yang penggunaannya di lingkungan kerja harus diatur secara ketat. Penggunaan tanpa izin atau penyimpanan yang tidak aman dapat menimbulkan konsekuensi fatal, sebagaimana terlihat pada kejadian ini.

📖 Baca juga:
Pemaksaan Andrie Yunus Jadi Saksi Sidang Militer Dikecam Koalisi Sipil: Ancaman Hukum dan Pelanggaran Hak

Herman Saputra menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat atau memberikan bantuan logistik kepada pelaku. Sementara itu, aparat kepolisian telah memeriksa rekam jejak digital pelaku, termasuk transaksi pembelian air keras secara online, untuk memastikan tidak ada jaringan kriminal yang lebih luas.

Dalam rangka menekan potensi kekerasan serupa di masa depan, Polres Tasikmalaya Kota berencana mengadakan sosialisasi tentang penanganan konflik di tempat kerja, serta memperketat pengawasan terhadap penjualan bahan kimia berbahaya secara daring. Diharapkan langkah-langkah ini dapat mencegah terulangnya insiden yang mengancam keselamatan pekerja.

Kasus kurir siram air keras ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk selalu menjaga profesionalisme, mengedepankan dialog, dan menegakkan hukum secara adil. Pelaku kini berada di tahanan, menunggu proses persidangan yang akan menentukan hukuman yang setimpal dengan tindakan brutalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *