BERITA

Kayong Utara Jadi Fokus Pembangunan Desa di Kalimantan Barat

×

Kayong Utara Jadi Fokus Pembangunan Desa di Kalimantan Barat

Share this article
Kayong Utara Jadi Fokus Pembangunan Desa di Kalimantan Barat
Kayong Utara Jadi Fokus Pembangunan Desa di Kalimantan Barat

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 31 Juli 2026 | Kabupaten Kayong Utara di Kalimantan Barat menjadi fokus pembangunan desa melalui program Gema Membangun Desa. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, membuka kegiatan ini di Desa Teluk Batang, Kayong Utara, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja sekaligus menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Program Gema Membangun Desa bertujuan mempercepat pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Ria Norsan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa.

📖 Baca juga:
Polisi Bongkar Jaringan Oplosan LPG Subsidi Rp 6 M di Klaten, Simak Detail Penggerebekan Besar-Besaran

Desa Teluk Batang yang kini telah berstatus Desa Mandiri menjadi contoh capaian yang positif. Namun, Gubernur mengingatkan bahwa status tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Sementara itu, dalam rangkaian acara MTQ XXXIV, Kabupaten Kapuas Hulu mengirimkan 40 peserta untuk berlaga di tujuh cabang perlombaan. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, melepas keberangkatan kafilah MTQ dengan mengingatkan peserta untuk menjaga kekompakan, kesehatan, dan nama baik daerah.

📖 Baca juga:
Program Makan Bergizi Gratis Kembali Berjalan, Badan Gizi Nasional Pastikan Kualitas Layanan Meningkat

Di bidang lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membatalkan mutasi Koordinator Wilayah (Korwil) BGN di Kabupaten Kayong Utara ke Papua setelah menemukan bahwa tenaga SPPI di Papua sudah berlebih. Sebagai gantinya, Korwil tersebut dipindahkan ke Sulawesi Selatan yang membutuhkan tambahan tenaga SPPI.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi kebutuhan personel di Papua dan Sulawesi Selatan. Sudaryono mengatakan bahwa BGN telah menyisir data dari Kementerian Kesehatan untuk pemetaan prioritas MBG, yang akan difokuskan ke daerah dengan angka stunting tinggi, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

📖 Baca juga:
Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis untuk Perbaikan

Dalam kesimpulan, upaya pembangunan desa di Kayong Utara dan kegiatan MTQ XXXIV menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengalihan Korwil BGN ke Sulawesi Selatan juga menunjukkan upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga SPPI di daerah yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *