Ekonomi

CNG Sebagai Alternatif LPG 3 Kg, Harga Sama dan Dapat Mengurangi Subsidi

×

CNG Sebagai Alternatif LPG 3 Kg, Harga Sama dan Dapat Mengurangi Subsidi

Share this article
CNG Sebagai Alternatif LPG 3 Kg, Harga Sama dan Dapat Mengurangi Subsidi
CNG Sebagai Alternatif LPG 3 Kg, Harga Sama dan Dapat Mengurangi Subsidi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 Juni 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) sebagai sumber energi alternatif LPG 3 kg. Kebijakan ini diambil demi mengurangi ketergantungan impor LPG. Mengutip data Kementerian ESDM, konsumsi LPG mencapai 8,5 juta ton per tahun, namun produksinya hanya 1,8-1,9 juta ton per tahun dan sisanya diimpor.

Alhasil, CNG menjadi sumber energi alternatif. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa nantinya harga jual Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg) akan sama dengan harga LPG 3 kg. Hal ini guna tidak membebani masyarakat. Ia mengklaim dengan harga yang sama tersebut saja, negara mampu memangkas subsidi energi.

📖 Baca juga:
Rupiah Mengalami Fluktuasi di Tengah Ketidakpastian Global

Laode mengatakan bahwa sekitar 100.000 tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg) bakal diimpor dari China untuk dapat menggantikan LPG 3 kg. Hal ini dilakukan karena saat ini industri di dalam negeri belum mampu memproduksi tabung CNG 3 kg. Laode mengatakan langkah impor tersebut merupakan langkah awal dari implementasi CNG pada tabung 3 kg yang ditujukan untuk menekan impor LPG yang saat ini tinggi sekaligus pengganti LPG 3 kg.

Sementara itu, di Bali, jaringan mafia energi yang menyalahgunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan gas LPG subsidi pemerintah berhasil dibongkar. Dalam operasi penindakan yang digelar sepanjang periode Juni 2026, petugas mengamankan delapan orang tersangka dari delapan laporan polisi (LP) yang berbeda di wilayah hukum Provinsi Bali.

📖 Baca juga:
Rupiah Melemah, Apakah Indonesia Perlu Mencari Teman Baru?

Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, mengungkapkan bahwa para pelaku secara sengaja memanfaatkan disparitas harga antara barang subsidi dan non-subsidi untuk mengeruk keuntungan pribadi. Tindakan ini berdampak langsung pada kerugian besar bagi kas negara.

Dari kegiatan tersebut, potensi kerugian yang dialami oleh negara adalah kurang lebih sebesar Rp 1.254.945.000. Modus operandi yang digunakan para pelaku adalah pengoplosan secara ilegal dengan memindahkan isi gas dari tabung subsidi 3 kilogram (gas melon) ke tabung komersial berukuran 12 kilogram.

📖 Baca juga:
Bursa Efek Indonesia Menghadapi Tantangan, Dari Libur Panjang Hingga Pelemahan Rupiah

Penulis berharap dengan adanya informasi ini, masyarakat dapat lebih memahami tentang CNG sebagai alternatif LPG 3 kg dan dampaknya terhadap perekonomian negara. Selain itu, penulis juga berharap dengan adanya penindakan terhadap mafia energi, kasus penyalahgunaan BBM dan LPG dapat diminimalkan.

Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa CNG dapat menjadi alternatif LPG 3 kg yang efektif dalam mengurangi ketergantungan impor LPG dan memangkas subsidi energi. Namun, perlu dilakukan penindakan terhadap mafia energi yang menyalahgunakan BBM dan LPG subsidi pemerintah untuk menghindari kerugian bagi kas negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *