Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Juni 2026 | Pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung untuk penerbangan komersial bermesin jet telah memicu perdebatan hangat. Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyebut langkah ini memicu perdebatan karena melibatkan tarik-menarik yang kuat antara pemulihan ekonomi jangka pendek dan keberlanjutan investasi infrastruktur jangka panjang.
Menurut Djoko, dampak dari rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara dapat dipetakan ke dalam beberapa dimensi. Pertama, dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi Bandung Raya. Wisatawan domestik dan mancanegara dapat langsung mendarat di jantung Kota Bandung tanpa perlu menempuh perjalanan darat tambahan.
Kedua, tantangan besar bagi keberlanjutan Bandara Kertajati. Djoko menilai hal ini merupakan dampak paling kontroversial dari sisi kebijakan makro. Bandara Kertajati dibangun dengan investasi triliunan rupiah untuk menjadi gerbang udara utama Jawa Barat yang menggantikan Bandara Husein Sastranegara.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Majalengka mendukung rencana pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Bupati Majalengka Eman Suherman menyebut rencana tersebut dinilai dapat menghidupkan kembali aktivitas penerbangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.
Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) siap menyambut kedatangan lebih dari 200 ribu jemaah haji melalui 14 bandara pada fase pemulangan mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026. Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyampaikan fokus utama pada fase pemulangan jemaah haji adalah memastikan kelancaran proses kedatangan jemaah melalui kesiapan personel, fasilitas, dan koordinasi seluruh stakeholders.
Kesimpulan dari pengembangan Bandara Kertajati dan dampaknya pada pariwisata Bandung Raya adalah bahwa keberlanjutan investasi infrastruktur jangka panjang harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara dapat memiliki dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi Bandung Raya, namun juga dapat mempengaruhi keberlanjutan Bandara Kertajati.











