Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 Mei 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 4.1 telah terjadi di Pangasinan, Filipina, menurut laporan dari Phivolcs. Gempa ini merupakan salah satu dari serangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut.
Penelitian ilmiah juga menemukan bahwa gempa bumi dapat memicu pelepasan CO2 alamiah dari kerak bumi. Penelitian yang dipimpin oleh Cecilia Viti dari Universitas Siena, Italia, menemukan bahwa gempa bumi dapat menyebabkan dolomit, sebuah jenis batuan, memecah dan melepaskan CO2.
Penelitian ini dilakukan di sepanjang Dinar Fault, sebuah sesar yang terletak di barat daya Turki. Pada tahun 1995, sesar ini telah mengalami gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang menewaskan 90 orang dan merusak lebih dari 4.000 bangunan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gempa bumi dapat memicu reaksi kimia yang melepaskan CO2 dari kerak bumi. Penemuan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman kita tentang proses geologi yang terjadi di bawah permukaan bumi.
Gempa bumi dan pelepasan CO2 alamiah ini merupakan fenomena alam yang penting untuk dipahami. Dengan mempelajari proses ini, kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memprediksi dan mitigasi dampak gempa bumi dan perubahan iklim.











