Bencana Alam

Gempa Terkini di Indonesia: Update Gempa di Buru Selatan dan Gunung Karangetang

×

Gempa Terkini di Indonesia: Update Gempa di Buru Selatan dan Gunung Karangetang

Share this article
Gempa Terkini di Indonesia: Update Gempa di Buru Selatan dan Gunung Karangetang
Gempa Terkini di Indonesia: Update Gempa di Buru Selatan dan Gunung Karangetang

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Mei 2026 | Indonesia baru-baru ini dilanda beberapa gempa bumi yang cukup signifikan. Salah satu gempa terbaru terjadi di wilayah Buru Selatan dengan kekuatan magnitude (M) 4,8. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut 72 km timur Buru Selatan dan gempa ini dirasakan oleh masyarakat setempat.

Gempa ini terjadi pada pukul 00:58:34 WIB dengan kedalaman 4 km dan tidak berpotensi tsunami. Titik koordinat gempa berada pada 3.93 LS (Lintang Selatan) dan 128.38 BT (Bujur Timur). Gempa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Ambon dengan skala III, yang artinya gempa dirasakan oleh beberapa orang, tetapi tidak menyebabkan kerusakan atau kecelakaan.

📖 Baca juga:
Tsunami 80 cm Guncang Pesisir Honshu: Gempa M 7,7 Jepang Picu Ancaman Bencana Besar

Selain gempa di Buru Selatan, Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, juga mengalami aktivitas gempa yang cukup signifikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 111 kali gempa embusan Gunung Karangetang selama periode evaluasi 16 hingga 30 April 2026.

Data tersebut juga menunjukkan adanya delapan kali gempa tremor nonharmonik, dua kali gempa tornillo, tiga kali gempa hybrid/fase banyak, 50 kali gempa vulkanik dangkal, 27 kali gempa vulkanik dalam, 28 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala I MMI, dan 189 kali gempa tektonik jauh.

📖 Baca juga:
Peringatan Badai Petir Melanda Amerika dan India, Warga Diminta Waspada

Kondisi visual di kawah utama (selatan) tidak menunjukkan adanya guguran maupun erupsi efusif. Tinggi asap maksimum tercatat mencapai 400 meter di atas puncak gunung, sementara suara gemuruh sesekali terdengar di pos pengamatan gunung api.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dalam sepekan terakhir di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat sebanyak 11 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

📖 Baca juga:
Letusan Vulkanik Gunung Dukono dan Upaya Pelestarian Geopark Tambora

Kesimpulan dari kejadian gempa ini adalah bahwa Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa bumi dan aktivitas vulkanik. Oleh karena itu, penting untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat akan bahaya gempa bumi dan aktivitas vulkanik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *