Bencana Alam

Letusan Vulkanik Gunung Dukono dan Upaya Pelestarian Geopark Tambora

×

Letusan Vulkanik Gunung Dukono dan Upaya Pelestarian Geopark Tambora

Share this article
Letusan Vulkanik Gunung Dukono dan Upaya Pelestarian Geopark Tambora
Letusan Vulkanik Gunung Dukono dan Upaya Pelestarian Geopark Tambora

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Mei 2026 | Letusan vulkanik Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan ketinggian kolom abu mencapai 3.400 meter di atas puncak. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menjadikan Gunung Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan.

Gunung Dukono yang berada di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meletus pada Jumat pagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 3.400 m di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Saat ini, Gunung Dukono berada pada status level 2 atau waspada.

📖 Baca juga:
Musim Kemarau 2026: Prediksi Terpanjang, Dampak El Nino, dan Langkah Antisipasi Nasional

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa, yang menjadi bagian penting dalam penguatan konservasi berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Ia juga menegaskan bahwa konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan.

Upaya pelestarian Geopark Tambora juga dilakukan dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa sudah mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan tim panelis UNESCO secara daring pada Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam presentasi itu, Iqbal didampingi Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, serta General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono. Ia menegaskan bahwa NTB tidak memulai pengelolaan geopark dari titik nol, karena sudah memiliki pengalaman bagaimana mengelola geopark sebagai pusat konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat.

📖 Baca juga:
Hujan Lebat Picu Longsor Mematikan Jalan Clongop, Gunungkidul: BPBD Siapkan Tim Siaga

Tambora merupakan forgotten gem atau permata yang terlupakan dan selama ini belum sepenuhnya dikenal dunia, padahal memiliki kekayaan geologi, sejarah, budaya, dan biodiversitas yang sangat besar. Letusan Gunung Tambora tahun 1815 tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga mempengaruhi iklim dunia dan memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer bumi.

Kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa, yang menjadi bagian penting dalam penguatan konservasi berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Selain nilai sejarah dan budaya, kawasan Tambora juga berada di wilayah timur garis wallace (Wallace Line), yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan banyak spesies flora dan fauna endemik.

Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengalami erupsi dengan tinggi letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam evaluasi aktivitas Gunung Awu, di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, periode 16-30 April menunjukkan 21 kejadian gempa vulkanik dangkal per hari.

📖 Baca juga:
Dana Tahap II Digerakkan, Pemerintah Percepat Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, di mana rata-rata kejadian meningkat dari 15 kejadian per hari menjadi 21 kejadian per hari. Pada periode evaluasi tersebut, terekam sebanyak 314 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 15 kali gempa vulkanik dalam (VA), empat kali gempa tektonik lokal (TL), dan 333 kali gempa tektonik jauh (TJ).

Dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa kekayaan alam dan budaya yang ada dapat terjaga dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Kesimpulan, letusan vulkanik Gunung Dukono dan upaya pelestarian Geopark Tambora merupakan contoh nyata upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat memastikan bahwa kekayaan alam dan budaya yang ada dapat terjaga dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *